Dinkes Ingatkan Waspada DBD pada Musim Pancaroba

Dinkes Ingatkan Waspada DBD pada Musim Pancaroba

K
Kamsah
Oliviane Nuah

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar - Pada musim pancaroba, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin meminta masyarakat juga mewaspadai berbagai penyakit. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD).
Naisyah mengatakan masyarakat saat ini harus menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus. Gerakan ini adalah gerakan rutin tahunan pada musim-musim tertentu terutama saat pancaroba.
"Jadi tetap mengingatkan masyarakat untuk pemeberantasan sarang nyamuk PSM 3M itu," ucap Naisyah, Kamis, 22 Agustus 2020.
Lebih lanjut, gerakan PSN 3M adalah upaya pencegahan dengan melakukan sejumlah upaya. Seperti menguras bak penampungan air, menutup rapat, lalu memanfaatkan wadah-wadah yang berpotensi menjadi genangan untuk tempat berkembang biak nyamuk.
Kasus DBD Kota Makassar, kata Naisyah, dilaporkan masih tergolong normal dan sama sekali belum ada peningkatan namun guna mengantisipasi hal ini kebiasaan tersebut sudah harus digalakkan dari sekarang.
Kendati begitu, Dinas Kesehatan melalui sejumlah fasilitas kesehatan memastikan siap menerima persoalan terkait DBD, baik konseling terkait penanganan maupun pengobatan terindikasi DBD.
"Seluruh puskesmas kita siap sampai saat ini, belum ada peningkatan kasus itu, kita (Nakes) semua siap," katanya.
Selain gerakan 3M Naisyah juga meminta masyarakat rutin menaburkan benih anti larva alias abate ke dalam sumber air. Baik sumur, tandon air hingga bak penampungan lainnya untuk membunuh jentik nyamuk.
Dalam rangka mendukung upaya ini Dinkes Kota Makassar meminta masyarakat untuk datang ke Dinkes atau faskes terdekat jika membutuhkan abate anti larva tersebut.
"Kita juga bagi-bagi bubuk Abate kalau masyarakat butuh silahkan minta, datang saja," ucapnya.
Sementara metode fogging juga akan mulai dirutinkan pihaknya, Naisyah memastikan tim Fogging akan langsung menyambangi daerah-daerah jika ada permintaan fogging.
"Jadi kita tetap lakukan penyemprotan, walau masyarakat tidak melapor, itu tetap di-fogging, cuman tetap kita pertimbangkan jika ada yang minta khusus," pungkasnya.