Diduga Keracunan, 24 Santri Dilarikan ke RS, Polisi: Konsumsi Makanan Basi

Diduga Keracunan, 24 Santri Dilarikan ke RS, Polisi: Konsumsi Makanan Basi

Isak Pasabuan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Takalar - Peristiwa di duga keracunan di Kabupaten Takalar kembali terjadi. Puluhan santri dari salah satu pondok pesantren (Ponpes) Kabupaten Takalar harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Mereka diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi dan telur pada Minggu 3 Oktober 2021 lalu. Para santri itu mengeluh pusing, sakit perut, muntah, hingga demam tinggi.

"Info awal 24 santri diare," kata Kapolres Takalar, AKBP Benny Murjayanto melalui pesan WhatsApp, Rabu 6 Oktober 2021.

Benny mengatakan, kasus ini sedang didalami pihaknya. Dan dari informasi awal yang ia terima, kemungkinan para santri ini keracunan usai mengkonsumsi makanan yang sudah tidak layak lagi.

"Kasat Reskrim dan KBO sudah turun. Info diare karena lokasi agak jorok, kemungkinan makanan (dikonsumsi) basi," sebutnya.

Sebelumnya, keracunan massal di Kabupaten Takalar gegerkan publik. Ada sebanyak 55 orang warga Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara, mengalami keracunan massal. Bahkan satu diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Awal mula warga mulai keracunan usai menyantap makanan nasi kotak yang disediakan oleh pemilik acara takziah yang juga warga setempat. Mereka yang menjadi korban mengalami gejala mual-mual hingga muntah-muntah.

Kapolres Takalar Sulsel, Beny Murjayanto saat dikonfirmasi mengatakan, kasus keracunan massal itu sementara dalam penyelidikan pihaknya. warga yang keracunan sudah dilarikan ke Puskesmas setempat dan Rumah Sakit (RS).

"Ada kurang lebih 55 orang (keracunan makanan)," kata Beny, Sabtu 2 Oktober 2021 lalu.