Dicap Gagal Kendalikan Hujan di Sirkuit Mandalika, Pawang Hujan Lapor ke Polisi

Dicap Gagal Kendalikan Hujan di Sirkuit Mandalika, Pawang Hujan Lapor ke Polisi

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Damai Santoso atau dikenal Amaq Daud seorang pawang hujan melaporkan sejumlah media dan akun media sosial ke Polres Lombok Tengah, Senin, 22 November 2021.

Laporan tersebut dikarenakan Amaq Daud merasa difitnah akibat tudingan gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK). Pasalnya, ia merasa tidak pernah dilibatkan sebagai pawang hujan di perhelatan tersebut pada Sabtu 20 November 2021 kemarin.

"Karena saya merasa pencemaran nama baik, karena foto saya yang ditampilkan. Sementara saya tidak dipakai (sebagai pawang hujan) saat balapan," ungkapnya.

Selanjutnya Amaq Daud menjelaskan, foto yang ditampilkan oleh sejumlah pihak di media sosial merupakan foto dirinya ketika diminta menjadi pawang hujan pada Jumat 12 November 2021 lalu. Saat itu adalah peristiwa peresmian Sirkuit Mandalika oleh Presiden Joko Widodo.

Saat itu, ia berhasil menjalankan tugasnya untuk menghentikan hujan. Oleh Sebab itu, Amaq Daud berharap kepolisian dapat segera memproses laporannya tersebut.

Selain itu, Amaq Daud juga meminta pihak-pihak yang mengunggah foto dan keterangan yang tidak sesuai fakta untuk meminta maaf kepadanya dan keluarga. Dia merasa telah diolok-olok atas unggahan tersebut.

Seperti yang dilansir dari Kompas bahwa hujan deras sempat mengguyur Sirkuit Mandalika saat perhelatan WSBK 2021. Akibatnya, Race 1 WSBK Mandalika pada Sabtu 20 November 2021 ditunda.

Dikabarkan hujan deras mulai turun di Sirkuit Mandalika sekitar pukul 14:40 WITA, atau 20 menit sebelum balapan dimulai.

Oleh sebab itu sekitar empat menit sebelum perhelatan, pihak WSBK menyatakan balapan WSBK Mandalika ditunda hingga waktu yang belum ditentukan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.