Terkini.id, Jakarta – Istana negara dianggap gagal membahagian rakyatnya. Oleh sebab itu, istana negara diminta untuk melakukan pengakuan dosa.
Penialaian tersebut tidak terlepas dari situasi dan kondisi Indonesia saat ini yang dinilai memberatkan rakyatnya.
Seperti yang diketahui bahwa per 1 April 2022 besok, Indonesia akan menerapkan PPN 11 persen yang membuat harga-harga kebutuhan masyarakat akan naik.
Selanjutnya, kabar terkait kenaikan Pertamax hingga Rp16 ribu per liternya.
Kenaikan harga tersebut diiringi dengan harga minyak goreng yang saat ini masih tinggi.
Semua hal tersebut membuat anggapan bahwa istana negara membuat masyarakat menderita.
"Memang, pada momen semacam ini, harus ada pengakuan dosa dari istana negara,” ucap pengamat politik Rocky Gerung yang dikutip Terkini dari Youtube miliknya pada Kamis, 31 Maret 2022.
“Istana negara harus mengakui kegagalannya membahagiakan rakyat, mempertahankan harga, dan terpaksa mengiyakan kepentingan oligarki," sambungnya.
Dijelaskan oleh Rocky Gerung, jika istana negara mengambil langkah tersebut, masyarakat disebut akan mendoakan Presiden Jokowi.
"Mungkin rakyat nanti bisa bilang semoga pada bulan Ramadan, pak Jokowi dan kabinet bisa memperbaiki kelakuannya. Kira-kira begitu kan," ujar Rocky Gerung.
Lebih lanjut Rocky Gerung menyentil pihak istana negara yang dianggap justru menunjukkan arogansi alih-alih menaati konstitusi yang ditunjukkan malah deklarasi kebulatan tekad untuk Jokowi tiga periode.
"Bukan dengan arogansi meminta supaya rakyat percaya pada Presiden Jokowi tiga periode Indonesia bisa jadi lebih makmur. Wong dua periode saja sudah rusak ekonomi, politik, dan kebudayaan kita, apalagi tiga periode. Jadi otak rakyat percaya bahwa ini tipu menipu lagi," ungkapnya.










