Denny Siregar Kaitkan Penembakan Massal di Amerika Serikat Dengan Presiden Soeharto

Denny Siregar Kaitkan Penembakan Massal di Amerika Serikat Dengan Presiden Soeharto

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Denny Siregar lewat akun Twitternya, @Dennysiregar7 memberikan tanggapannya mengenai penembakan massal yang terjadi di SD Robb, Texas, Amerika Serikat.

Dilansir dari halaman akun Twitter @Dennysiregar7, Kamis 26 Mei 2022, menurut Denny Siregar berkat kebijakan pelarangan kepemilikan senjata api yang dikeluarkan Presiden Soeharto, kejadian seperti penembakan massal di Amerika Serikat ini tidak terjadi di tanah air.

Lebih lanjut lagi, Denny Siregar menyatakan jika Presiden Soeharto tidak mengeluarkan aturan tersebut, maka kejadian penembakan massal di Indonesia bisa jauh lebih parah dibandingkan kasus penembakan massal di Amerika Serikat.

“Salah satu peninggalan Soeharto yang terbaik sampai sekarang adalah senjata api dilarang keras dimiliki warga sipil,” ujar Denny Siregar, dikutip dari akun Twitter @Dennysiregar7, Kamis 26 Mei 2022.

“Kebayang dengan mental yang rapuh gini, sipil pegang senjata api. Kita bisa lebih parah dari Amerika..” lanjutnya.

Dikutip dari kompas.com, Kamis 26 Mei 2022, aturan tentang izin untuk memiliki senjata api di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 82 Tahun 2004 tentang Siapa Saja yang Boleh Memiliki Senjata Api di Kalangan Sipil.

Warga sipil yang boleh memilikinya untuk tujuan perlindungan diri hanya golongan tertentu seperti direktur utama, menteri, pejabat pemerintahan, pengusaha utama, komisaris, pengacara, dan dokter.

Persyaratan itu di antaranya memiliki keterampilan menembak minimal selama 3 tahun, lulus tes psikologi dan tes kesehatan yang diberikan kepolisian, dan secara resmi mendapat surat izin dari instansi/kantor yang bertanggung jawab atas kepemilikan senjata api.

Jika semua terpenuhi, maka yang bersangkutan dapat memiliki senjata api (peluru tajam, peluru karet, dan peluru hampa) untuk maksud perlindungan atau pertahanan diri.

Sebagai informasi, bahwa telah terjadi penembakan massal yang dilakukan oleh remaja berusia 18 tahun bernama Salvador Ramos.

Salvador Ramos telah membunuh 19 anak kecil serta dua orang dewasa dengan melakukan penembakan massal ke dalam Sekolah Dasar (SD) Robb di Texas, Amerika Serikat.

Sebelum melakukan aksinya di SD Robb, Salvador Ramos terlebih dahulu menembak neneknya sendiri ketika berada di rumah.

Saat ini kondisi nenek dari Salvador Ramos masih kritis dan dirawat di rumah sakit setempat.