Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial Denny Siregar membeberkan alasan mengapa Indonesia saat ini jarang ada pemberitaan terkait bom bunuh diri.
Denny Siregar awalnya memberikan informasi mengenai negara lain yang belakangan ini heboh perkara adanya bom bunuh diri.
Menurutnya, Densus 88 di Indonesia sudah sigap dalam memberantas teorisme, sehingga belakangan jarang lagi ada kasus bom bunuh diri.
"Di Kongo, Des 2021, Bom Misa Natal tewaskan 5 orang. Di Pakistan, 8 hari lalu, bom bunuh diri di Masjid, tewaskan 8 orang," ujar Denny Siregar pada Twitternya, Sabtu, 12 Maret 2022.
"Kenapa Indonesia kita sekarang jarang dengar bom bunuh diri? Itu karena Densus 88 sigap tangkap! Para terorisme sebelum mereka tewaskan banyak orang. Ada yang kasi apresiasi?" jelas Denny Siregar.
Sontak saja, beberapa saat setelah Denny Siregar menuliskan cuitannya, beberapa netizen menyerbu dengan membagikan beberapa pandangan.
"Keep up the good. No the best of the best work Densus 88 uraaaaa wkwkwk," ujar @shield***.
Ada pula netizen mengatakan bahwa sejatinya Densus 88 sudah mendapatkan apresiasi melalui gaji dari uang rakyat.
"Ada. Gaji pakai duit rakyat untuk mengamankan negara. Jangan kira ktu pekerjaan relawan. Mereka kerja secara profesional," ujar netizen @wah***.
Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa sejatinya orang yang melakukan protes ke Densus 88 itu takut jika komplotannya ditangkap juga.
"Harusnya diapresiasi sih bang. Kalau malah diprotes, kayaknya sih pada takut dirinya dan koloninya diburu juga sama densus," komentar @maula***.










