Demokrat Sebut Presiden Butuh Jubir Baru, Ferdinand: Jubir Bagi Jokowi Tak Mendesak Bahkan Tak Perlu

Demokrat Sebut Presiden Butuh Jubir Baru, Ferdinand: Jubir Bagi Jokowi Tak Mendesak Bahkan Tak Perlu

Dhia Fadhilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, mengutarakan bahwa Presiden Jokowi membutuhkan jubir baru setelah jubir lama dilantik menjadi duta besar.

Herzaky juga menambahkan bahwa posisi jubir yang baru tidak boleh dipilih dari anggota tim sukses Piplres 2019 lalu.

"Jangan sampai posisi sestrategis ini hanya menjadi sarana bagi-bagi jatah tim sukses atau orang yang getol membela presiden, tapi sama sekali tidak punya kapasitas dan kapabilitas yang dibutuhkan," ujar Herzaky, Jumat 29 Oktober 2021, dikutip dari CNN Indonesia.

Ia mendeskripsikan bahwa jubir bertugas untuk memberi penjelasan mengenai permasalahan agar menjadi jelas diterima masyarakat, bukan untuk membuat masyarakat semakin bingung.

Melihat kondisi pemerintahan saat ini, Herzaky berpendapat bahwa keberadaan jubir menjadi hal yang signifikan sebagai sumber informasi karena penjelasan oleh kementrian atau instansi pemerintahan Jokowi sering kali mengeluarkan informasi yang berbeda mengenai sebuah isu.

Meskipun demikian, Herzaky mengatakan bahwa kebutuhaan akan eksistensi jubir dikembalikan lagi kepada Presiden.

Adapun, Ferdinand Hutahaean dalam cuitannya pada Sabtu 30 Oktober 2021, mengemukakan pendapatnya bahwa jubir bagi Presiden bukanlah hal yang mendesak bahkan tak perlu, mengingat masih adanya staff khusus yang dapat menyampaikan informasi yang belum disampaikan.

“Saya pikir kebutuhan Jubir bagi Jokowi bukan sesuatu yang sangat vital, tak mendesak dan bahkan tak perlu. Disana ada staff khusus yang bisa difungsikan menyampaikan yg blm tersampaikan.” Cuitnya.

Ia juga menambahkan bahwa menurutnya, demokratlah yang lebih membutuhkan jubir baru.

“Bg sy justru Demokrat butuh jubir baru yang lebih berkapasitas.” Ujarnya dalam cuitan yang sama.