Terkini.id, Makassar - Unjuk rasa penolakan UU KPK digelar mahasiswa Makassar di Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa, 24 September 2019, kemarin.
Saat unjuk rasa tersebut berlangsung, massa aksi terlibat bentrok dengan pihak kepolisian. Fasilitas yang berada dalam kewenangan pemerintah kota pun rusak.
Sekitar 300 pot RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, hancur akibat aksi para mahasiswa. Pot tanaman milik DLH yang membentang dari Jalan AP Pettarani hingga Jalan Urip Sumoharjo tampak hanya menyisakan puing-puing saja. Beberapa bagiannya terpecah hingga tak bisa difungsikan lagi.
Plt Kepala DLH Makassar, Andi Iskandar pun belum mengetahui jelas perihal kerusakan. Ia hanya menduga jika pot itu hancur akibat ulah mahasiswa dan juga aparat kepolisian yang berjaga di sekitar area demonstrasi.
Iskandar mengatakan, beberapa pot kemungkinan terkena lemparan benda seperti batu, ada yang terbentur oleh benda tumpul, hingga sengaja dijatuhkan.
Namun, Iskandar mengatakan dirinya tak bisa menyalahkan siapa pun. Ia menilai hal itu dampak dari demonstrasi yang berujung bentrok.
DLH, kata dia, berencana untuk kembali membeli pot tanaman sesuai jumlah yang telah hancur tersebut. Ia beralasan area jalan tersebut amat gersang jika tidak diisi pot yang berisikan tanaman.
"Ada sekitar 300 pot yang rusak. Habis semua, yang di Pettarani dan Urip. Terpaksa kita ganti karena gersang sekali disitu itu kalau tidak ada pohon-pohon," kata Iskandar kepada awak media, Rabu, 25 September 2019.
Untuk anggaran biayanya, Iskandar belum merincikan totalnya. Hanya saja, kata dia, pihaknya berencana segera mengganti pot-pot tersebut sebelum memasuki tahun baru 2020.
Iskandar mengatakan, bakal melakukan penggantian pot saat memasuki musim hujan.
"Mudah-mudahan tahun ini kita akan lakukan pembelian pot. Tapi tenang-tenang pi dulu, masuk pi musim hujan," katanya.