Dari Parepare, OJK dan FKIJK Gaungkan Program Lawan Rentenir: Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi

Dari Parepare, OJK dan FKIJK Gaungkan Program Lawan Rentenir: Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Parepare - Bulan Inklusi Keuangan atau BIK yang dipusatkan OJK Kantor Regional 6 Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) di Kota Parepare, salah satunya menggaungkan upaya melawan rentenir.

OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mendorong akses keuangan kepada pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), melalui Program Fasilitasi Keuangan UMKM.

Kepala OJK KR6 Sulampua, Darwisman, mengungkapkan, ada 3 langkah yang dilakukan dalam program tersebut, di antaranya mendorong pembiayaan model klaster dalam satu ekosistem pembiayaan atau program Klasterisasi UMKM.

Kedua, memberikan pendampingan bagi UMKM dari sisi kelembagaan, pengembangan usaha, perizinan, akses keuangan, akses pasar bagi UMKM berorientasi ekspor (program UMKM Berdaya saing, mAJu, dan go InterNAtional / BAJI’NA).

"Ketiga, mendorong akses keuangan kepada UMKM untuk mengurangi ketergantungan UMKM pada rentenir/ijon melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir, Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi disingkat PHINISI," ungkap Darwisman saat memberi konferensi pers Bulan Inklusi Keuangan di Kafe Sobat Kopi Parepare, Sabtu 30 Oktober 2022.

Darwisman mengungkapkan, masih banyak pelaku UMKM, seperti pedagang pedagang pasar, yang terjerat praktik pinjam meminjam lewat rentenir. Dia mengilustrasikan, pedagang misalnya pinjam uang Rp1 juta, lalu harus mengembalikan sebesar Rp1,5 juta. Tentu saja bunganya sangat tinggi.

"Praktik seperti ini terjadi karena pencairan dananya mudah, dan pedagang merasa sulit mendapat akses keuangan ke perbankan," ungkap dia.

Program Phinisi Mudahkan Pelaku UMKM

Lebih jauh, Darwisman mengungkapkan, Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi telah diluncurkan sejak Juni 2022 lalu, dan dijalankan enam bank di Sulawesi.

Program pembiayaan untuk UMKM dengan berbagai kemudahan dan biaya rendah itu, sudah dimanfaatkan setidaknya 331.669 pelaku UMKM di Sulawesi dengan realisasi kredit mencapai hingga Rp11,03 triliun.

Enam Bank pelaksana program Phinisi tersebut, antara lain BRI, Mandiri, BNI, BTN, BSI dan Bank Sulselbar.

"Enam bank ini membuat program kemudahan khusus di Sulawesi. Enam bank ini memberi kemudahan seperti program KUR biaya rendah, proses cepat, hingga KUR pola kemitraan," jelas Darwisman.