Daftar Bicara vs Fakta di Debat Pilpres Putaran Dua, Siapa Paling Hoaks?

Daftar Bicara vs Fakta di Debat Pilpres Putaran Dua, Siapa Paling Hoaks?

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar - Debat Pilpres yang berlangsung tadi malam, 18 Februari 2019 berlangsung seru. Dua Calon Presiden, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto, terlibat dalam adu argumen hingga saling serang. Meski begitu, debat putaran kedua yang berlangsung tanpa kisi-kisi dari moderator ini, juga menunjukkan kapasitas kedua Capres dalam mengungkapkan data. Tidak sedikit, Jokowi dan Prabowo mengungkapkan data yang tidak sesuai fakta. Sejumlah pihak, baik itu media, netizen, dan organisasi mengecek fakta dari omongan kedua capres. Apa saja itu?

Joko Widodo

[caption id="attachment_119608" align="alignnone" width="1360"]Daftar Bicara vs Fakta di Debat Pilpres Putaran Dua, Siapa Paling Hoaks? Joko Widodo. (foto: lamanberita.co)[/caption]

Produksi Beras

Produksi beras, menurut Jokowi, saat ini mencapai 46 juta ton per tahun. Faktanya, menurut data BPS, produksi beras Indonesia pada 2017 mencapai 34,4 juta ton, pada 2016 31,4 juta, dan pada 2015 20,5 juta ton.

Infrastruktur Desa

Jokowi mengklaim telah membangun jalan desa sebanyak 191.000 kilometer. Faktanya, Dahnil Anzar Simanjuntak (jubir Prabowo) menyampaikan, angka 191.000 kilometer itu sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi.

Kebakaran Hutan

Menurut Jokowi, dalam tiga tahun tidak terjadi kebakaran lahan hutan dan gambut. Faktanya, menurut Kementeiran Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kebakaran hutan terjadi dalam tiga tahun terakhir. Antara lain pada 2018 sebanya 4.666 Ha, 2017 sebanyak 11.127 Ha, dan pada 2016 sebanyak 14.604 Ha.

Impor Jagung

Joko Widodo menyampaikan, impor jagung Indonesia berkurang drastis pada tahun 2018. Pada 2014 impor 3,5 juta ton jagung, 2018 impor 180.000 ton. Faktanya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor jagung sepanjang tahun 2018 mencapai 737,2 ribu ton dengan nilai USD 150,54 juta.

Prabowo Subianto

[caption id="attachment_139432" align="alignnone" width="1218"]Daftar Bicara vs Fakta di Debat Pilpres Putaran Dua, Siapa Paling Hoaks? Prabowo terlihat sedang membaca dokumen untuk persiapan debat Capres, Minggu 17 Februari 2019.(instagram.com/prabowo)[/caption]

BUMN Kelautan dan Perikanan

Dalam debat soal kelautan dan perikanan, Prabowo menyebutkan, nelayan-nelayan menjadi miskin karena aturan sangat membatasi nelayan dan terbatasnya akses pembiayaan modal. Dia pun ingin membentuk BUMN khusus di bidang laut dan bidang perikanan. Faktanya, pemerintah sudah memacu pembiayaan ke sektor kelautan, dan sudah ada BUMN di bidang kelautan seperti Perum Perikanan Indoensia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus), serta BUMN Kehutanan seperti Perum Kehutanan Negara.

Infrastruktur

Prabowo mengungkapkan, indeks per kilometer infrastruktur (tol, LRT dan kereta api) di Vietnam, Thailand, Malaysia hingga Maroko, dua kali lebih efisien dan lebih murah dari Indonesia. Faktanya, Infrastructure index Indonesia (2018), sebesar 2,98 atau lebih rendah dari Malaysia 3,15, THailand 3,14, dan Vietnam 3,01.