Cuma Butuh Waktu Sehari, Harta Taipan Ini Melonjak Rp 215 M

Cuma Butuh Waktu Sehari, Harta Taipan Ini Melonjak Rp 215 M

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - The World's Real-Time Billionaires kembali memperbaharui data para orang kaya di Indonesia. Dalam data terbaru, ada taipan RI Djoko Susanto yang kekayaan bersihnya melesat Rp 3,7 triliun.

Djoko Susanto, pendiri emiten pengelola jaringan minimarket Alfamart atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), diketahui memperoleh kenaikan harta kekayaan sebesar US$ 15 juta atau setara dengan Rp 214,5 miliar dalam satu hari berdasarkan data dari Forbes Realtime Billionaire.

Djoko Susanto tercatat sebagai orang terkaya nomor 9 di Indonesia dengan total kekayaannya saat ini mencapai US$ 2,2 miliar atau Rp 31,46 triliun.

Kenaikan harta kekayaannya terjadi setelah AMRT mengumumkan penambahan kepemilikan saham di anak usahanya PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan minimarket Alfamidi.

Dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terbit di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary AMRT Tomin Widian menyampaikan bahwa perusahaan telah menambah kepemilikan modal sebesar 77,99 juta saham di MIDI.

Dikutip dari CNBC. Rabu, 27 Oktober 2021. Perusahaan milik salah satu taipan RI ini - Djoko Susanto - merogoh kocek hingga Rp 155,21 miliar

Meski pada perdagangan, MIDI ditutup terkoreksi 0,91% di harga Rp 2.170 per saham, saham AMRT malah berhasil ditutup di zona hijau, meningkat 1,20% ke level Rp 1.260 per saham.

Saat ini AMRT tercatat menguasai 2.577.547.200 (89,43%) saham MIDI. Sementara itu 52,74% saham AMRT dikuasai oleh Djoko Susanto lewat PT Sigmatara Alfindo.

Sejak awal tahun kedua perusahaan ritel ini tercatat memiliki kinerja saham yang positif, di mana AMRT tercatat mampu tumbuh 56,25%, sedangkan saham MIDI naik 12,73% sejak awal Januari lalu.

Kinerja keuangan perusahaan Djoko Susanto juga tidak kalah impresif. Hingga akhir semester pertama tahun 2021, pendapatan MIDI tercatat naik 3,79% dari periode Juni 2020 menjadi Rp 6,73 triliun. Sedangkan laba bersih perusahaan tercatat melonjak 26,33% menjadi Rp 130,36 miliar.