Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah antisipasi menyusul prakiraan cuaca ekstrem dan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut pada bulan Februari 2024.
Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah setempat telah menyiapkan skema khusus untuk mengantisipasi dampaknya terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak yang akan datang.
Sebagai bagian dari skema tersebut, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengungkapkan bahwa gedung-gedung sekolah di wilayah yang aman dari ancaman banjir akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Kami berkenan memakai sekolah-sekolah yang ada di dekat situ. Pokoknya Sekolah yang tidak terkena dengan banjir," ujarnya pada Rabu, 7 Februari 2024.
Menurut Danny, langkah ini menjadi penting mengingat risiko gangguan pada penyelenggaraan Pemilu Serentak akibat banjir. Danny menegaskan perlunya pemindahan lokasi TPS dari wilayah yang rawan banjir untuk menghindari dampak negatif pada pelaksanaan proses demokrasi tersebut.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menunjukkan bahwa terdapat empat wilayah yang diidentifikasi sebagai daerah rawan bencana banjir, yaitu di Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Panakkukang, dan Tamalanrea. Hal ini mempertegas urgensi pemilihan lokasi TPS yang aman dan tidak rentan terhadap banjir.
Danny juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota Makassar dapat bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar dalam menentukan lokasi TPS yang optimal.
"Kita berharap bahwa KPU bekerjasama dengan pemerintah Kota, menunjuk daerah-daerah yang rawan banjir. Misalnya di daerah Manggala dan Paccerakkang," tutup Danny.
Dengan demikian, langkah-langkah antisipasi yang diambil tersebut diharapkan dapat memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan pemilu serentak di tengah tantangan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.










