Cibir Orang Galang Dana Usai Tragedi, Eko Kuntadhi: Seolah Merasa Paling Prihatin

Cibir Orang Galang Dana Usai Tragedi, Eko Kuntadhi: Seolah Merasa Paling Prihatin

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Eko Kuntadhi menyindir orang-orang yang sibuk menggalang dana setelah terjadi tragedi, khususnya bagi mereka yang kembali diam usai dana terkumpul.

"Setiap ada tragedi mereka paling sibuk menggalang dana. Seolah merasa paling prihatin," kata Eko melalui akun Twitternya pada Selasa, 27 Maret 2021.

"Duit terkumpul. Lamayan banyak. Setelah itu diam. Atau berkelahi. Polanya selalu begitu," tambahnya.

Eko Kuntadhi tidak menyebut secara spesifik siapa yang ia singgung. Namun, seperti diketahui, baru-baru ini Ustaz Abdul Somad (UAS) dan pihak Masjid Jogokariyan melalukan penggalangan dana usai tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 dan 53 prajurit.

Melalui akun Instagram-nya, UAS mengajak masyarakat berdonasi untuk membeli kapal selam dan membangun kekuatan armada laut Indonesia.

"Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani 'Eternal Patrol', mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya," kata UAS pada Senin, 26 April 2021.

"Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402," tambahnya.

UAS menjelaskan bahwa lautan merupakan bagian dari Indonesia yang perlu dilindungi sesuai demgan amanan UUD 1945.

"Di antara tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," kata UAS.

"Lautan kita yang membentang luas melebihi daratannya, dari Samudera Indonesia di barat Aceh hingga perairan Papua merupakan bagian dari wilayah negeri kita yang harus dijaga dan dilindungi, beserta kekayaan tak ternilai yang ada di dalamnya," sambungnya.

Tugas berat itu, kata UAS, selama ini diemban oleh TNI Angkatan Laut yang menghadapi berbagai tantangan dari kurangnya personel dan armada, luasnya wilayah yang harus dijaga, besarnya kekayaan yang mengundang berbagai kepentingan asing, hingga penyusupan-penyusupan yang terus terjadi.

Oleh sebab itu, kini UAS memgajak seluruh masyarakat untuk turt menjaga laut.

"Lautan kita yang luas, yang pernah dijaga dengan gagah oleh Laksamana Nala, Pati Unus, Malahayati, Baabullah, dan Nuku; yang pernah diharumkan oleh kegigihan RE Martadinata hingga pengorbanan Yos Sudarso, kini menjadi amanat di pundak kita semua, agar dapat kita wariskan kepada anak cucu kita kelak," katanya.