Terkini.id, Jakarta - Bank Sentral Korea Selatan harus mengkarantina uang kertas selama dua minggu demi menghapus jejak virus corona (Covid-19).
Otoritas Moneter dan Keuangan di Korea itu bahkan membakar sebagian uang tunai untuk membendung wabah tersebut.
Bank of Korea (BOK), dikutip dari Reuters, Senin 9 Maret 2020 mengatakan mereka juga membersihkan uang kertas melalui proses "pencucian" di suhu yang sangat panas sebelum mengedarkannya.
"Untuk semua uang tunai yang datang ke bank sentral dari bank-bank lokal, Bank Korea akan menyimpannya di tempat yang aman selama dua minggu, mengingat bahwa virus biasanya mati setelah sembilan hari," terang pejabat BOK kepada Reuters.
Proses rutin untuk menangani uang tunai di Korea Selatan melibatkan pemanasan uang kertas hingga 150 derajat Celcius selama dua hingga tiga detik, kemudian menyimpannya pada 42 derajat setelah pengemasan.
Pada awal Jumat, Korea Selatan telah mengkonfirmasi 196 kasus baru yang terinfeksi oleh virus corona sehingga menjadi 6.284.
Sebelumnya, sebuah laporan media China mengatakan pemerintahnya telah memberi tahu kreditor untuk mendesinfeksi dan menyimpan uang kertas di tempat kering selama tujuh hari sebagai bagian dari pertempuran melawan virus.
Diberitakan sebelumnya, muncul kekhawatiran bila uang tunai bisa menjadi media penularan wabah mematikan tersebut. Alat pembayaran konvensional tersebut menjadi benda yang disentuh banyak orang.
"Tidak ada keraguan kita melewati mikroorganisme melalui uang tunai," kata Paul Matewele, seorang dosen senior di bidang mikrobiologi di London Metropolitan University, dikutip dari CNN, Senin 9 Maret 2020.
Berdasarkan keterangan CNN, menurut sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan di New York City, para peneliti menemukan mikroorganisme yang hidup di permukaan uang tunai, mulai dari bakteri mulut, bakteri vagina, hingga virus mirip flu.










