Menyampaikan “ilmu agama” dengan cara dan style seperti ini ikut ajaran siapa? Dalilnya mana?
Sok-sokan mempersoalkan dalil amaliah nishfu Syakban!
Perbaiki saja dulu “qala rasulillah”-mu. Tambah wawasanmu soal hadis agar tak asal bunyi “dhaif nakir”.
Tolong pensiun saja jadi ustaz! Dakwah boleh, jadi ustaz jangan!”










