Terkini.id - Laju pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2021 terus menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan, hingga triwulan kedua 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mencapai 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Saat jadi narasumber dalam Webinar Sinergi Menjaga Momentum dan Optimisme Pemulihan Ekonomi, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan perbaikan tersebut tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah namun juga disokong oleh mesin penggerak ekonomi lainnya, salah satunya kredit perbankan.
Ia menilai, saat ini arah pemulihan ekonomi sudah berada sesuai jalur. Pihaknya berharap melalui sinergi yang dilakukan oleh BUMN saat ini mampu mengakselerasi pertumbuhan tersebut.
"Ketangguhan, adaptif dan kolaboratif menjadi kunci bagi kita semua untuk melalui berbagai tantangan saat ini serta bangkit dan terus membangun optimisme akan pertumbuhan ekonomi ke depan," ujar Erick di Jakarta, Jumat kemarin.
Senada dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut dari sisi makro kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik.
Kontraksi ekonomi paling dalam menurutnya telah terjadi di triwulan II 2020 lalu, dengan realisasi -5,3 persen.
Kemudian di kuartal selanjutnya imbuh Suahasil, ekonomi terus mencatat perbaikan hingga berhasil keluar dari resesi di triwulan II-2021 dengan pertumbuhan 7,07 persen.
Hal ini menurutnya merupakan salah satu hasil dari dorongan fiskal yang dilakukan sejak awal tahun 2021.
Di mana kebijakan fiskal telah mampu mendorong sumber pertumbuhan lain, seperti konsumsi rumah tangga yang memang memiliki porsi besar dalam perekonomian.
"Pada kuartal II 2021, seluruh komponen pertumbuhan telah mencatatkan tren positif. Ini adalah hakikat pemulihan, tidak hanya mengandalkan pemerintah tapi pengusaha dan masyarakat," ujar Suahasil.










