Terkini.id,Makassar - Dalam rangka memperingati bulan Bahasa di bulan Oktober, Alekawa Language and Culture Center mengadakan seminar dengan tema "Melihat Bahasa Lebih Dekat". Selain peringatan Bulan Bahasa juga bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda.
"Tepatnya tanggal 28 Oktober, yang juga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, adalah hari di mana Bahasa Indonesia dilahirkan sebagai bahasa persatuan," kata Dian Fera Pratiwi selaku Ketua Panitia kepada Terkini, Selasa 28 Oktober 2019.
Alekawa Language and Culture Center merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang Bahasa dan Budaya. Tim Alekawa secara kolektif bekerjasama untuk mewujudkan acara ini.
[caption id="attachment_179150" align="alignnone" width="1280"] Dalam rangka memperingati bulan Bahasa di bulan Oktober, Alekawa Language and Culture Center mengadakan seminar dengan tema "Melihat Bahasa Lebih Dekat".[/caption]
"Acara tersebut dimulai pada pukul 09.00-16.00 WITA hari Sabtu lalu dan dibuka dengan tari Pa’duppa dari siswa kelas anak-anak BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dan Bahasa Inggris Alekawa," ungkapnya.
Kegiatan utama ini terdiri dari 3 rangkaian kegiatan, yaitu Seminar BIPA yang dengan tema Masa Depan Bahasa Indonesia di Era Industri 4.0. Bincang-bincang yang bertema Bahasa Indonesia di Zaman Milenial: Sebuah Perspektif Kesastraan dan tes TOEFL Prediction akbar.
Seminar BIPA dipimpin oleh Nur Rahmat Hidayat yang merupakan salah satu pengjar BIPA senior di Alekawa.
Di seminar ini pembicara yang diundang ada 5, yaitu Wildhan Burhanuddin, seorang pengajar Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) Indonesia untuk Thailand (2016) dan Timor Leste (2018). Dian Fera Pratiwi, pengajar PPSDK Indonesia untuk Australia (2018) dan Inggris (2019) juga seorang pengajar BIPA senior di Alekawa.
Juga Zainab, Kepala Balai Bahasa Sulalesi Selatan, Husnul Luthfiah yang merupakan pengajar terbaik Alekawa 2018, dan Jenna Olson, seorang pemelajar Bahasa Indonesia yang berasal dari Minnesota, Amerika Serikat.
"Sayangnya, dikesempatan kemarin, Kepala Bahasa berhalangan untuk hadir," ungkapnya.
Dia mengatakan, bincang-Bincang kepenulisan dipandu Nurul Inayah, seorang penulis naskah dan sutradara teater.
[caption id="attachment_179151" align="alignnone" width="1280"] Dalam rangka memperingati bulan Bahasa di bulan Oktober, Alekawa Language and Culture Center mengadakan seminar dengan tema "Melihat Bahasa Lebih Dekat".[/caption]
Dibincang-bincang Alekawa menghadirkan Aan Mansur yang merupakan penulis, pendiri kata kerja, dan kurator MIWF, Shinta Febriany Sjahrir, seorang penulis, sutradara, dan kurator MIWF; dan Nurjanna Azzahra, penulis, editor penerbit Sofia, dan anggota FLP.
Sementara, kata dia, Tes TOEFL Akbar diikuti oleh kurang lebih 70 orang yang merupakan siswa SMA, mahasiswa, dan guru SMA.
Turut hadir pada acara ini, Usman, Ketua Prodi pendidikan Bahasa Indonesia UNM, Chaerul Mangngasai, Ketua Yayasan Meufa Cerdas Indonesia, dan M. Irsyad Idris Direktur Alekawa, juga siswa SMA, mahasiswa, dan Guru SMA di Makassar.