Terkini.id, Makassar - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Andi Hadijah Iriani mencatat capaian vaksinasi saat ini baru mencapai 40,55 persen.
Pembatasan ketat aktivitas masyarakat dan penggenjotan program vaksinasi dinilai jalan tercepat dalam meredam penularan wabah Covid-19.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk di Kota Makassar saat ini mencapai 1.423.877 juta jiwa. Sementara target penduduk yang akan mendapatkan vaksinasi sebanyak 1.102.330 jiwa.
Iriani mengatakan mereka yang sudah mendapatkan dosis pertama sebanyak 446.974 jiwa. Sementara dosis kedua baru menyentuh angka 226.235.
Iriani mengatakan tenaga kesehatan dan pelayan publik menjadi prioritas vaksinasi. Mereka dinilai paling rentan dan berisiko terpapar Covid-19.
"Mereka ini tersebar, ada di Dinas Kesehatan Kota Makassar, Puskesmas dan seluruhnya, kemudian Rumah Sakit pemerintah dan swasta, itu ada semua," kata Iriani, Minggu, 15 Agustus 2021.
Tercatat tenaga kesehatan yang telah melakukan vaksinasi tahap pertama sebanyak 13.278 atau 83,83 persen dari total target 15.840.
Sementara dosis kedua juga dianggap memuaskan dengan capaian 11.253 atau sebanyak 71,84 persen.
Ia mengatakan untuk pelayan publik tercatat sudah melampaui target yakni 333.622 jiwa atau 273,12 persen dari target sebanyak 122.151 jiwa.
Begitu pun dengan vaksinasi tahap dua, tercatat mencapai 171.572 atau sebanyak 140,6 persen dari target. Sisanya penduduk lansia, masyarakat umum dan remaja dilaporkan belum begitu optimal.
Sementara, Ahli Epidemiologi Unhas Ansariadi mengharapkan program vaksinasi Kota Makassar segera rampung.
Ia menilai tingkat percepatan progam vaksinasi berpengaruh dengan tingkat kematian suatu daerah.
"Untuk daerah yang cakupan vaksinasinya itu cukup tinggi, bisa dipastikan mortality rate atau kematian kerena Covid-19 menurun, sehingga kita minta agar dipercepat vaksinasi," ujarnya.
Terutama, kata dia, bagi lansia yang dilaporkan memiliki tingkat kerawanan tertinggi. Selain itu sebagian besar kasus disebabkan oleh klaster rumah tangga.
"Karena tinggi kan kasus rumah tangga, jadi kalangan tua dan juga yang muda juga harus segera divaksin supaya tidak saling tular," ucapnya.










