Terkini.id, Jeneponto - Bupati, Iksan Iskandar, Ketua TP PKK, Hj Hamidah bersama Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto Dandim 1425, Letkol Inf Gustiawan Ferdianto sambangi korban kebakaran di Lingkungan Ujungloe, Kelurahan Biringkassi Kecamatan Binamu, Kamis, 7 April 2022.
Kedatangan Bupati, Iksan Iskandar bersama perangkat Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk melihat langsung kondisi para korban pasca musibah ke bakaran.
"Atas nama Pemerintah, kami menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di Lingkungan Ujungloe ini," kata Iksan Iskandar.
Lebih lanjut, Bupati Jeneponto dua periode itu menyampaikan tujuan kedatangannya di lokasi kebakaran.
"Hari ini kita sama-sama meluangkan waktu untuk melihat langsung kondisi para korban," terang Iksan Iskandar.
Usai melihat kondisi yang dialami korban kebakaran, Iksan Iskandar meminta kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk segera menerbitkan data Keluarga yang terbakar.
"Sesuai laporan yang kami terima, data keluarga hangus terbakar, untuk itu kita langsung menindaklanjuti dengan meminta Kepala Disdukcapil untuk segera memperbaiki dan menerbitkan data korban, seperti KTP dan KK nya," ujarnya.
Selain itu, Bupati Jeneponto juga memerintahkan Kepala Dinas Perumahan agar segera menyediakan alat untuk membangun rumah para korban kebakaran.
"Saya tugasi kepala dinas perumahan pikirkan bagaimana supaya korban ini bisa kembali mendapatkan rumah dan insya Allah kita akan kerjasama dengan Kodim dalam hal ini tenaga kerjanya," tutup Iksan Iskandar.
Dimana sebelumnya diberitakan, Sebanyak delapan rumah di Kampung Parangbo'bo, Lingkungan Ujungloe, Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan hangus terbakar, Rabu, 6 April 2022.
Kebakaran yang juga mengakibatkan 3 unit rumah warga rusak parah terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.
Informasi yang dihimpun terkini.id, kebakaran terjadi diduga akibat tabung gas elpiji yang meletus di rumah milik Patto Daeng Tinggi.
"Saat itu saya didalam rumah, saya mendengar letusan, jadi saya keluar, begitu saya keluar api sudah membakar rumahnya Daeng Tinggi dan saya langsung ambil anakku," kata salah seorang korban yang enggan disebut namanya.
Sementara Kapolsek Binamu, Iptu Baharuddin menyebutkan, dari informasi yang dihimpun kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.
"Motif diduga letusan, yang kemungkinan besar gas elpiji yang meletus, dari informasi masyarakat katanya masak mie," jelas Iptu Baharuddin.
Menurutnya, apa dapat dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
"Ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api, api dapat didapamkan sekitar pukul 14.00 Wita,' terang Iptu Baharuddin.










