Bupati Gowa Launching IDOLA dan Tandatangan MoU Dengan BBKSDA Sulsel

Bupati Gowa Launching IDOLA dan Tandatangan MoU Dengan BBKSDA Sulsel

Subhan Riyadi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Gowa - IDOLA merupakan Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi masyarakat sekitar kawasan Taman Wisata Alam Malino. Demikian disampaikan Kepala BBKSDA Sulsel pada peluncuran IDOLA dan penandatanganan Mou dengan Pemkab Gowa dan Bank Sampah Idola Paraikatte Hutan Pinus. Rabu 1 September 2021.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulsel, Thomas Nifinluri selaku mentor dari reformer Ellyyana Said sangat mendukung program perubahan IDOLA.

Thomas Nifinluri menyebut bahwa IDOLA ini dilatarbelakangi TWA Malino sebagai destinasi wisata nasional yang menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder tentang kelestarian fungsi kawasan konservasi.

“Inovasi edukasi di TWA Malino ini adalah pemilahan sampah, pengelolaan sampah (3R) serta penggunaan bahan ramah lingkungan,” imbuhnya.

“Minimnya kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di TWA Malino, melalui IDOLA diharapkan menjadi Role Model pengelolaan sampah di Taman Wisata Alam Malino,” kata Thomas.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Icsan Yasin Limpo begitu antusias mengikuti MoU dan peluncuran program IDOLA secara virtual.

Meski dalam perjalanan menuju Kabupaten Bulukumba, Bupati Gowa menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa mendukung program IDOLA yang digagas oleh BBKSDA Sulsel.

“Saya berterimakasih kepada Kepala BBKSDA Sulsel dan ibu Elly sebagai reformer yang bersedia bersinergi dengan Pemkab Gowa dalam tata kelola sampah dan lingkungan di TWA Malino dan ini menjadi cita-cita kita bersama,” ungkap Adnan.

Bupati Gowa menyampaikan rasa bangganya kepada reformer. Menurutnya reformer ini merupakan proyek perubahan implementasi dari IDOLA (Inovasi, Edukasi, Konservasi Lingkungan Hidup dan kehutanan) baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Elly sebagai reformer. Idola ini adalah program inovasi yang kami harapkan tidak berhenti sebatas di tanda tangan nota kesepahaman saja. Malino adalah aset kita bersama yang harus terus kita jaga termasuk dalam hal kebersihannya,” tegas Adnan.

Adnan juga meminta semua SKPD yang terlibat menindaklanjuti MoU ini dengan penuh tanggungjawab.

"Saya yakin dan percaya wisatawan akan datang dengan sendirinya tanpa diundang, ketika tempat yang dijadikan destinasi wisata tersebut terjaga kebersihannya," pesan Bupati Gowa.

Lebih jauh dirinya berharap dengan nota kesepakatan dan program IDOLA menjadikan Malino sedikit demi sedikit terlihat lebih bersih dari sebelum-sebelumnya.

Dengan mengedukasi masyarakat, minimal tidak membuang sampah sembarangan tempat. "Kalau dia tidak mau ikut membersihkan, minimal tidak membuang sampah sembarang tempat," tandas Adnan.

"Masih banyak masyarakat kita membuang sampah dari dalam kendaraannya, seharusnya kalau melihat tempat sampah mestinya turun dulu dari kendaraannya, lalu sampahnya dibuang pada tempatnya. Ini paradigma yang perlu dirubah," pinta Bupati Gowa tegas.

Malino, kata dia dikenal dengan wisata alamnya, yang menjadi primadona wisata alam salah satunya adalah kebersihan.

"Sektor pariwisata ini paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat di masa pandemi covid-19, oleh karena itu mari manfaatkan ini untuk memperbaiki potensi pariwisata Malino hingga masyarakat kedepannya bisa menikmati wisata alam melalui konsep new normal. Kebiasaan baru yaitu tetap berwisata menikmati keindahan alam dengan menerapkan prokes covid-19, mengingat masih pandemi," bebernya.

"Semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan benar-benar terwujud. Tingkatkan koordinasi dan komunikasi agar program ini dapat terlaksana secara efektif," pungkas Bupati Gowa mengakhiri sambutan melalui virtual.

Selanjutnya BBKSDA Sulsel melakukan penandatanganan MoU dengan Pemkab Gowa, dirangkaikan penandatanganan MoU dengan Bank Sampah Idola Paraikatte Hutan Pinus Malino.

Penandatanganan MoU ini juga ditandai dengan Launching Idola, yakni Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang merupakan aksi perubahan dengan lokus di kawasan hutan pinus di Taman Wisata Alam Malino.

“Idola merupakan inovasi edukasi yang kami kembangkan di Malino," ujar Elly lanjut.

Sebagai destinasi wisata ucap Elly, kami sangat antusias membantu pemerintah daerah dalam menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah di daerah wisata.

"Ini adalah problem yang dialami semua tempat wisata di Indonesia,” ujar Ellyana Said, yang tercatat menjabat Kabag. TU BBKSDA Sulsel sekaligus reformer dari aksi perubahan ini.

Menurutnya kebersihan menjadi faktor paling penting dalam sebuah daerah wisata. Pembenahan sampah harus diseriusi. Karena Malino setiap saat mendapat kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara dan produksi sampah harus dipikirkan dengan baik.

Ellyana menambahkan, ia akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat di Malino khususnya di kawasan Hutan Pinus untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dengan tidak menjual air mineral kemasan gelas.

“Saat ini kami sudah bekerjasama dengan salah satu produsen air mineral yang sepakat untuk menjual air mineral hanya dalam kemasan galon. Dengan begitu kita juga berharap pengunjung yang datang tidak lagi membawa air mineral kemasan tapi cukup membawa tumbler atau botol minuman yang bisa dipakai berulang,” pungkas Elly, sang reformer Idola TWA Malino.