Terkini.id, Jakarta - Bukan hoaks, ini jenis vitamin yang dibutuhkan selama isoman. Jika terpapar virus corona, tentu yang harus dilakukan adalah berobat ke rumah sakit guna memeriksakan diri ke dokter. Akan tetapi, bila gejalanya tidak parah pasien bisa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Selama melakukan isoman, pasien atau penyintas Covid-19 perlu mendapatkan asupan makanan bernutrisi dan obat-obatan sesuai gejala guna membantu pemulihan.
Belum lama ini, seperti dirangkum Terkini.id dari laman Covid-19.go.id, Minggu 8 Agustus 2021, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pasien bergejala ringan biasanya diresepkan sejumlah obat, di antaranya antivirus yang sesuai gejala.
Menurutnya, bila ada demam maka pasien diizinkan meminum parasetamol.
“Prinsipnya isolasi mandiri itu, (berarti) kita memberi kesempatan tubuh untuk membangun sistem kekebalan optimal demi melawan virus. Selain fokus melawan virus, ditambah booster dengan berbagai macam obat-obatan,” imbuh Nadia.
Ia menegaskan, pasien harus memastikan dosis dan cara minum obat yang tepat agar tidak memunculkan penyakit lain, misalnya sakit lambung. Selain obat, pasien juga perlu mendapatkan asupan vitamin C yang cukup.
“Ada beberapa pilihan, yang sifatnya non asam tiga kali sehari satu tablet (500 mg) selama dua pekan atau vitamin C isap dua kali sehari satu tablet (500 mg) selama sebulan, atau multivitamin mengandung vitamin B, C, E dan zinc dua tablet sehari (satu bulan),” beber Nadia.
Sementara itu, vitamin lain yaitu vitamin D satu kali sehari satu tablet 400-1000 IU, lalu obat herbal yang teregistrasi di BPOM, dan obat rutin penyakit sebelumnya, misalnya hipertensi, diabetes, atau asma bila ada.
“Kalau bergejala ringan tanpa sesak biasanya diberikan Oseltamivir atau Favipiravir, juga Azithromycin. Tetapi, jangan menyetok karena obat-obatan ini harus diberikan di bawah pengawasan dokter," imbau Nadia, merekomendasikan pasien untuk mengakses laman farmaplus.kemkes.go.id. jika ingin memeriksa ketersediaan obat.
Dijelaskan, selama isoman mereka bisa mengakses fasilitas telemedisin yang difasilitasi pemerintah melalui laman isoman.kemkes.go.id/periksa.
Di samping itu, para pasien yang isoman juga perlu memperhatikan kesehatan mental. Menurut Nadia, ada berbagai cara yang bisa dilakukan, seperti berkomunikasi dengan teman-teman, membaca buku, dan berhati-hati terhadap hoaks.
“Kalau kita terkena Covid-19, tidak ada hoaks yang akan membantu. Lebih baik tanya pada sumber-sumber yang betul-betul terpercaya,” pesan Nadia.










