Bocah Afghanistan Bersimbah Darah Dihajar Taliban Dekat Bandara

Bocah Afghanistan Bersimbah Darah Dihajar Taliban Dekat Bandara

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Kabul - Bocah Afghanistan bersimbah darah dihajar Taliban dekat bandara. Sejumlah anak-anak yang merupakan bocah Afghanistan tergeletak bersimbah darah di ruas-ruas jalan di dekat bandara Kabul lantaran dipukuli dan dicambuk Taliban saat mencoba kabur dari negara itu.

Pemandangan miris itu terekam dalam sejumlah foto hasil jepretan seorang jurnalis koresponden Los Angeles Times yang tengah berada di Afghanistan, Marcus Yam.

Dalam salah satu fotonnya, terlihat seorang pria menggendong seorang anak yang kepalanya bersimbah darah. Seorang bocah lainnya melihat anak itu sembari menangis, dengan pakaian yang juga sudah penuh bercak darah.

Di depan mereka, tergeletak seorang wanita berbaju hitam. Kepala wanita itu juga sudah penuh dengan darah yang mengucur hingga ke pipi.

Dalam foto lain, masih terlihat pemandangan yang sama, tetapi dengan tambahan seorang bocah menangis sambil menatap ke arah dekat fotografer.

Tidak hanya itu, seperti dilansir CNNIndonesia, Jumat 20 Agustus 2021, Yam juga mengabadikan sejumlah momen ketika warga Afghanistan berlarian menuju bandara di Kabul agar dapat segera dievakuasi. Mereka ingin angkat kaki dari Afghanistan lantaran Taliban sudah memegang kendali sejak Minggu 15 Agustus lalu.

Tidak hanya mata, telinga para anak-anak itu juga sakit karena tembakan peluru anggota Taliban. Menurut Yam, gerilyawan Taliban beberapa kali melepaskan tembakan yang mereka klaim untuk menjaga ketertiban.

Di tengah kekacauan tersebut, para warga Afghanistan tetap berupaya mencapai landasan pacu. Mereka tidak peduli bisa naik pesawat apa dan ke arah mana, yang penting keluar dari Afghanistan.

Sebagian besar penduduk mendaftarkan diri ke perwakilan negara asing yang menyediakan layanan evakuasi, seperti Inggris dan Amerika Serikat (AS). Namun, setiap penerbangan yang disediakan pasti langsung diserbu.

Mereka harus menunggu di posko-posko penampungan yang didirikan masing-masing negara. Seorang tentara Inggris mengatakan kepada The Independent, negaranya mengumpulkan warga Afghanistan yang meminta evakuasi di sekitar Hotel Baron.

Hotel itu terletak di salah satu ruas jalan di dekat bandara. Di sepanjang jalan dari posko-posko tersebut menuju bandara, para anggota Taliban berjaga sambil menenteng senapan AK-47.

Di titik itulah kerap terjadi pemukulan dari Taliban. Tidak hanya pria dan anak kecil, Taliban juga memukuli para wanita, bahkan yang sedang menggendong bayi.

Sejumlah tentara Inggris yang bertugas di bandara mengaku kerap melihat ibu Afghanistan rela memanjat tembok bandara demi melemparkan bayi mereka ke pasukan keamanan.

“Para ibu itu putus asa. Mereka dipukuli Taliban. Mereka berteriak, 'Selamatkan bayi saya,' dan melemparkan bayi mereka ke arah kami. Beberapa bayi jatuh ke kawat berduri," beber salah seorang tentara Inggris itu.

Ia kemudian berkata, “Yang terjadi sangat memilukan. Pada malam hari, tak ada satu pun orang di antara kami yang tak menangis."

Peristiwa pemukulan para warga Afghanistan ini juga sampai ke telinga pemerintah Amerika Serikat. Penasihat Keamanan Gedung Putih, Jake Sullivan mengaku akan mengontak Taliban. Pasalnya, kelompok itu sudah berjanji bakal menjaga keamanan para warga yang mau dievakuasi.

“Kami memantau ketat semuanya dan sangat fokus agar Taliban benar-benar memegang janjinya,” imbuh Sullivan, sebagaimana dilansir The Guardian.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki spontan mengeluarkan ancaman jika sampai Taliban tidak memenuhi janjinya, konsekuensinya adalah penggunaan kekuatan militer AS.

“Kami sudah menegaskan itu," tegas Sullivan.