Terkini.id, Jakarta – Pascagempa berkekuatan 7,4 magnitudo melanda wilayah Maluku Barat Daya pada Kamis, 30 Desember 2021 dini hari, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga di wilayah tersebut untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi gempa susulan dan tsunami.
"Hingga kini Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB masih memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa maupun tsunami," kata Pelaksanaan Tugas (PLT) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis.
Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak memicu terjadinya tsunami, Abdul meminta agar masyarakat tetap harus waspada.
Untuk memantau dampak gempa, pihaknya berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Barat Daya.
“BPBD sebelumya melaporkan warganya merasakan guncangan kuat sekita 3 detik. Guncangan mengakibatkan warga panik hingga keluar rumah,” ujar dia. Dilansir dari kompascom. Kamis, 30 Desember 2021.
Lebih lanjut, analisis inaRISK menunjukkan bahwa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) memiliki potensi bahaya gempa sedang hinggi tinggi, menurut Abdul.
Ia mengatakan, ada 17 kecamatan yang beradda di kawasan kepulaun tersebut terindentikasi pada potensi bahaya.
“Kabupaten tersebut juga memiliki potensi bahaya tsunami kategori sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah kecamatan yang sama,” ucap dia.
Kuatnya getaran gempa tersebut membuat warga di Maluku Barat Daya panik hingga keluar dari rumah-rumah mereka menuju jalan dan tempat terbuka.
Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada pukul 03.25 WIT itu berada pada lokasi 7.76 Lintang Selatan dan 127.66 Bujur Timur.
Pusat gempa berjarak 45 kilimoter barat laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 2110 km di bawah permukaan laut.
Selain di Maluku Barat Daya, gempa tersebut juga dirasakan kuat getarannya di kepulauan Aru.










