Terkini.id, Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo, Sp OG (K), memberikan tanggapan soal konten FWB yang beredar bahwa bukan merangsang emotional sex, Selasa 14 Juni 2022.
Potongan-potongan video yang beredar, berbagi pengalaman terkait hubungan Friends with Benefits (FWB) yang dibagikan oleh sekelompok wanita, dilansir dari detikhealth pada Selasa 14 Juni 2022.
dr Hasto Wardoyo, Sp OG (K) mengatakan bahwa edukasi seks tidak selamanya berkaitan dengan sexual intercourse alias hubungan seksual.
"Edukasi seks yang benar itu bukan berfokus pada sexual intercourse, kadang-kadang kesalahan persepsi di situ (bahwa) sexual education identik dengan sexual intercourse,” pungkasnya.
“Seolah-olah bagaimana belajar berhubungan seks, mengenal cara berhubungan seks," imbuhnya.
dr Hasto pada sebuah perumpamaannya, Ia menggambarkan bahwa seks education itu ibarat mencegah kanker mulut rahim sehingga tidak melakukan sexual intercourse pada usia dini.
"Ketika video itu tidak memberikan pelajaran tentang benefit dari sisi kesehatan, itu maka video ini sangat tidak positif. Biasanya fokus interest untuk kita belajar masalah seks itu lebih kepada dekat dengan health education,” katanya.
“Jadi bagaimana mencegah, sebagai contoh, mencegah kanker mulut rahim sehingga kita tidak berhubungan seks pada usia dini," tambahnya.
dr Hasto juga melanjutkan bahwa edukasi seks itu untuk mencegah dan bukan berarti merangsang emotional sex.
"Hal-hal seperti ini (bahasan kesehatan) seharusnya menjadi hal utama dalam pembahasan, bukan dalam rangka merangsang emotional sex," bebernya dr Hasto.
"Kalau kita berdiskusi, membuat semacam vlog atau video singkat kemudian yang ditonjolkan bagaimana memancing emotional sex-nya, membuat orang bisa berkhayal membayangkan, atau benefit lainnya misalkan lebih betul-betul maksiat, misal dia sampai mendatangkan finansial karena perilaku seksnya itu lebih jatuh lagi," ungkapnya dr Hasto.










