Terkini.id,Jakarta - Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan 1440 H/2019 Masehi, Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia kembali menggelar bakti sosial berupa buka bersama, santunan dan berbagi pengalaman profesi jurnalis kepada anak jalanan dan komunitas punk Muslim yang tergabung dalam Komunitas Tassawuf Underground.
[caption id="attachment_154219" align="alignnone" width="1028"]
Bakti sosial yang sedikit berbeda dari tahun - tahun sebelumnya ini diselenggarakan di kolong jembatan Tebet, Jalan KH. Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu 18 Mei 2019.
Di balik itu semua, ada beberapa fakta unik tentang bakti sosial dari komunitas yang beranggotakan dari para jurnalis berhijab dari berbagai media mulai dari media TV, cetak, online, dan radio yang berasal beberapa daerah di Indonesia ini. Berikut beberapa faktanya
1. Didukung Sejumlah Pihak
[caption id="attachment_154220" align="alignnone" width="1080"]
Acara yang bertemakan Berbagi Kasih di Bulan Yang Suci Bersama Anak-Anak Jalanan tersebut didukung oleh sejumlah pihak.
Beberapa diantaranya adalah PD PAL Jaya, Perumda Sarana Jaya, Bank DKI, Hotel Sofyan, Pocari Sweat, Smartfren beserta beberapa media. Bahkan kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Drs. Isnawa Adji beserta jajarannya.
2. Dihadiri Ratusan Orang
[caption id="attachment_154221" align="alignnone" width="1026"]
Bakti sosial dari komunitas yang dbentuk pada November tahun 2012 silam ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari anak jalanan, anak punk muslim, volunter tasawuf dan puluhan KJB members sendiri.
3. Perkuat Silaturahmi, Tingkatkan Kepedulian
[caption id="attachment_154222" align="alignnone" width="970"]
Adpaun tujuan dari baksos di bulan suci Ramadan ini adalah untuk memberikan bantuan sosial berupa santunan dan mempererat tali silaturahmi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Panitia Pelaksana yang juga Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia, Nikmatus Sholikah.
Menurutnya tujuan kegiatan ini selain ajang pererat silaturahmi juga sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kepedulian yang tinggi kepada anak jalanan, membangkitkan semangat untuk saling berbagi, mengedukasi anak jalanan dan punk untuk hidup lebih baik.
“KJB Indonesia ingin sekali melibatkan semua orang termasuk umat muslim untuk memperhatikan kaum marjinal seperti anak-anak jalanan dan komunitas anak Punk Muslim yang membutuhkan uluran tangan kita," tutur jurnalis tvOne ini.
[caption id="attachment_154223" align="alignnone" width="1080"]
Ditambahkan Nikmah bahwa aksi ini adalah sebuah awareness atau kesadaran pentingnya nilai-nilai religi yang ditanamankan kepada mereka sangatlah penting.
"Sehingga agar mereka bisa menjalani hidup lebih baik dengan menerapkan konsep hidup yang Islami," urai Presiden KJB Indonesia Nikmatus Sholikah dalam keterangan tertulisnya.
4. Pertama Kalinya Melibatkan Anak - anak Punk Muslim
[caption id="attachment_154227" align="alignnone" width="1005"]
Tak kalah menariknya, bakti sosial di bulan penuh berkah ini, Nikmah mengaku bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan KJB pertama kali melibatkan anak-anak Punk Muslim. Namun keramahan dan jiwa sosial mereka sangat tinggi.
"Saya sangat senang bisa melibatkan para anak jalanan dan komunitas Punk Muslim," terangnya.
5. Diselenggarakan di Kolong Jembatan
[caption id="attachment_154225" align="alignnone" width="1011"]
Acara Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia ini diselenggarakan di bawah kolong jembatan.
"Sengaja kami selenggarakan di bawah kolong jembatan, agar kami bisa merasakan kehidupan mereka. Sehingga meningkatkan rasa syukur kami kepada Allah di bulan yang suci ini," pungkasnya.
6. Ada Penampilan Bakat hingga Inspiratif Punk Muslim
[caption id="attachment_154226" align="alignnone" width="887"]
Dalam kegiatan tersebut, anak jalanan juga menampilkan bakat-bakat mereka melalui musik. Bukan itu saja, di sini juga ada kegiatan kumpul inspiratif dimana anak Punk Muslim bercerita tentang suka duka kehidupannya, namun tetap ingin belajar Agama dan menguatkan nilai-nilai religi dalam kehidupannya.
7. Diapresiasi Pendiri Komunitas Tasawuf Underground
[caption id="attachment_154224" align="alignnone" width="1080"]
Pendiri Komunitas Tasawuf Underground Halim Abiya mengaku pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan dari Komunitas Jurnalis Berhijab ini. Ia berharap dengan adanya acara ini ke depan akan lebih banyak masyarakat yang peduli dengan anak jalanan dan punk.
“Saya berharap ini akan menjadi contoh bagi semua orang untuk lebih memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang hidup di jalanan," imbuhnya.
"Saya juga sangat senang KJB mengadakan kegiatan ini, dimana kami Komunitas Tasawuf Underground bisa melakukan mediasi langsung dengan pemerintah dan para media terkait berbagai kegiatan sosial kami," sambungnya.
8. Dihadiri Satpol, Lurah hingga Wakil Walikota Jakarta Selatan
[caption id="attachment_154228" align="alignnone" width="1013"]
Di sela - sela pelaksanaan kegiatan Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia tampak wakil walikota Jakarta Selatan beserta jajarannya membaur bersama anak-anak jalanan, punk Muslim, pengurus KJB, komunitas Tasawuf Underground beserta para undangan lainnya.
Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengapresiasi penuh kegiatan yang positif dari KJB ini.
[caption id="attachment_154229" align="alignnone" width="1061"]
Menurut Isnawa Adji, selain menajdi jurnalis, yang selalu dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya, di sisi lain Jurnalis juga harus menyorot serta mengajak masyarakat untuk turut serta peduli dengan anak jalanan dan punk yang sering mendapatkan pandangan negatif.
“Saya sangat senang, para jurnalis berhijab ini sangat peduli dengan nasib mereka sehingga dengan ini stigma negatif masyarakat akan berubah.Tentu ini harus didukung dan diapresiasi. Pemkot Jakarta Selatan sangat mendukung program ini,” tuturnya.
9. Luncurkan Program Hapus Tato Gratis
[caption id="attachment_154230" align="alignnone" width="1078"]
Dalam kegiatan ini juga sekaligus meluncurkan program hapus tato gratis bekerjasama dengan Islamic Medical Service (IMS).
Tampak banyak anak-anak punk dan masyarakat umum hadir dan mencoba ikut dalam program hapus tato gratis dalam acara aksi sosial yang dipersembahkan oleh komunitas berfokus pada empat program ini, edukasi (keilmuan di bidang Jurnalistik), religi, charity (sosial) dan fhasion ini.
10. Buka Puasa Bersama, penyerahan santunan hingga Salat Magrib Berjamaah
[caption id="attachment_154231" align="alignnone" width="1080"]
KJB, Anak-anak Jalanan, Punk Muslim, Komunitas Tasawuf Underground, Wakil Walikota Jakarta Selatan beserta jajarannya berbuka puasa bersama di bawah kolong jembatan.
11. Diliput Sejumlah Awak Media
[caption id="attachment_154232" align="alignnone" width="1080"]
Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Baik sebelum acara maupun saat acara aksi sosial Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia berlangsung di bawah kolong jembatan Tebet diliput sejumlah awak media, baik TV, online, koran, selebgram dan lainnya










