Terkini.id, Jakarta - Benar gak nasi dingin lebih sehat dikonsumsi? Ini faktanya. Di Indonesia, juga sebagian negara Asia, nasi putih sudah menjadi makanan pokok masyarakat sejak dulu. Di Indonesia khususnya, bahkan tidak sedikit orang yang merasa belum kenyang apabila belum menyantap nasi putih.
Padahal, menurut pakar kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi nasi dalam kurun waktu yang lama berisiko menimbulkan berbagai penyakit, termasuk diabetes atau biasa disebut ‘kencing manis’.
Kendat demikian, muncul sebuah teori yang menyebutkan untuk mengurangi risiko peningkatan gula darah, masyarakat dianjurkan mengonsumsi nasi dingin, benarkah demikian?
Nasi dan Kandungan Indeks Glikemik Tinggi
Berdasarkan lansiran kompascom pada Senin 12 Juli 2021 lalu, seperti dikutip Terkini.id, Jumat 13 Agustus 2021, nasi bisa membuat gula darah dalam tubuh meningkat lantaran memiliki indeks glikemik yang tinggi.
Nasi juga disebut mengandung zat pati. Sementara, zat tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu bisa dicerna dan tidak bisa dicerna.
Nasi yang baru matang mengandung zat pati yang bisa dicerna, sehingga usus mudah mengolahnya menjadi glukosa dan mengedarkannya melalui pembuluh darah.
Hal inilah yang perlu diwaspadai pengidap diabetes. Pasalnya, zat itulah yang mengakibatkan peningkatan gula darah.
Untuk itu, penderita diabetes lebih disarankan untuk mengonsumsi zat pati resisten yang tidak bisa dicerna usus. Makanan yang mengandung zat pati resisten tidak akan menyebabkan kenaikan gula darah dalam tubuh sehingga cenderung lebih aman.
Fakta terkait Kandungan Nasi Dingin
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Pubmed NCBI membuktikan, nasi dingin memiliki zat pati resisten yang tinggi sehingga lebih aman dikonsumsi pasien diabetes.
Nasi dingin yang dimaksud adalah nasi yang diperoleh dengan menyimpannya di dalam kulkas dengan suhu empat derajat Celsius selama 24 jam, selanjutnya dihangatkan sebelum makan.
Hasilnya, nasi yang didinginkan ini memiliki zat pati resisten hampir tiga kali lipat lebih banyak ketimbang nasi panas. Penelitian tersebut juga melakukan tes indeks glikemik dengan membandingkan nasi panas dengan nasi dingin.
Studi itu melaporkan, mengonsumsi nasi dingin terbukti menghasilkan gula darah yang lebih rendah ketimbang mengonsumsi nasi panas yang baru matang.
Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung teori nasi dingin lebih sehat bagi penderita diabetes, lantaran tidak membuat gula darah meningkat secara signifikan.
Selain itu, kalori di dalam nasi dingin juga menurun hingga 50 persen hingga 60 persen. Oleh sebab itu, nasi dingin juga cocok dikonsumsi orang yang sedang diet.
Cara Aman Konsumsi Nasi Dingin
Jika tidak disimpan dengan benar, nasi dingin dapat menyebabkan keracunan pada orang yang mengonsumsinya. Berikut ini cara menyimpan nasi putih yang benar agar dingin namun tidak mengakibatkan keracunan:
Dinginkan nasi maksimal satu jam di suhu ruang. Jika lebih dari itu, makanan berisiko menjadi tempat berkembang biak bakteri.
Selanjutnya, masukkan nasi ke dalam beberapa wadah untuk memudahkan saat dipanaskan sebelum dikonsumsi. Pilih wadah kedap udara lalu tutup rapat agar terhindar dari infeksi bakteri.
Masukkan wadah nasi ke dalam kulkas dengan suhu di bawah lima derajat celsius untuk mencegah tumbuhnya spora pada nasi.









