Kasus Bayi Meninggal Diduga Salah Suntik, DPRD Sulsel Bakal Panggil Dirut RS Wahidin

Kasus Bayi Meninggal Diduga Salah Suntik, DPRD Sulsel Bakal Panggil Dirut RS Wahidin

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Kasus bayi yang meninggal diduga akibat salah suntik, menyita perhatian masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Olehnya itu, Komisi E DPRD Sulsel berencana bakal memanggil Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RS) Pusat dr Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, Prof dr Syafri Kamsul Arif.

Selain Dirut rumah sakit, komisi yang membidangi kesehatan dan pendidikan ini juga akan menghadirkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan serta Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel.

“Minggu depan, mudah mudahan ada waktu lowong. Tapi saya belum lihat jadual dari bamus. Tapi kalau memungkinkan kita agendakan, Kamis atau Jumat, minggu depan,” kata Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rahman Pina, Jumat 29 Juli 2022.

Meski pihak rumah sakit dan keluarga dikabarkan telah berdamai, Rahman Pina berharap pengungkapan kasus tetap dibuka ke publik.

“Upaya damai itu baik. Ini membuktikan bahwa dalam kondisi apapun, selalu ada titik kebersamaan yang harus ditempuh. Tapi publik harus tahu kenapa bisa terjadi. Bagaimana bisa sebuah rumah sakit skala regional bisa seteledor itu. Bagaimana manajemen SOP rumah sakit dijalankan. Apakah cukup dengan menyalahkan perawat? Bagaimana memastikan bahwa ke depan tidak terulang lagi kasus yang sama,”kata mantan legislator DPRD Makassar.

Menurut dia, harus ada sikap kesatria dari manajemen rumah sakit kepada publik, bukan hanya keluarga.

“Harus dijelaskan secara terbuka, detail kronologis terjadinya salah suntik, penyampaikan permohonan maaf lalu seperti apa standar pelayanan yang dilakukan ke depan agar tak terjadi kesalahan fatal yang sama,”tegasnya.

Seperti yang ramai diberitakan, seorang bayi berusia satu bulan, Danendra, meninggal dunia dengan kondisi badan membiru, diduga setelah menerima suntikan dari perawat di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Hanya saja, pihak keluarga dan rumah sakit dikabarkan telah berdamai.