“Kalau usahanya layak untuk dibiayai, tentu ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk berkembang,” tambahnya.
Dorong Transformasi Mindset Mahasiswa
Program ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi pola pikir mahasiswa, dari yang sebelumnya berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
“Ke depan, solusi terbaik adalah menciptakan mahasiswa menjadi pengusaha, bukan sekadar pekerja,” tegas Muhammad Saleh.
Pada tahap awal, program ini menargetkan sekitar 30 mahasiswa dalam satu semester. Namun, fokus utama tidak hanya pada jumlah peserta, melainkan pada perubahan mindset dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam memulai usaha.
“Yang paling penting adalah perubahan pola pikir. Mahasiswa harus menyadari bahwa ada pihak yang siap mendukung mereka, sehingga tidak perlu takut untuk memulai usaha,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan dan Output Nyata
Sebagai kolaborasi perdana, kedua pihak berkomitmen untuk mengembangkan program ini secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa serta perkembangan pasar.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Ke depan akan kita desain lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” kata Muhammad Saleh.
Ia juga menekankan pentingnya menghasilkan output nyata dari program tersebut.
“Kami ingin ada hasil konkret, di mana mahasiswa benar-benar berhasil menjadi pengusaha berkat dukungan kampus dan Bank Papua,” pungkasnya.
Adaptasi Rumah Edukasi UMKM ke Lingkungan Kampus
Sementara itu, Pemimpin Bank Papua, Alexander Iwan, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan dari inisiatif Rumah Edukasi UMKM yang selama ini rutin dijalankan oleh Bank Papua.









