Terkini.id, Sidrap - Banjir tiba-tiba melanda wilayah sebagian wilayah Kabupaten Sidrap dan Pinrang, tepatnya wilayah perbatasan Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap dan Pinrang.
Akibat banjir tersebut sehingga membuat heran para pengguna jalan. Akses jalan poros Baranti - Pinrang pun nyaris terputus. Sebab ketinggian air hampir 1 meter.
Banjir yang merendam sekitar setengah kilometer jalur poros itu membuat para pengendara was-was untuk melintas.
Mobil kecil yang hendak melintas kebanyakan memilih untuk putar haluan. Baik yang dari arah Kabupaten Sidrap maupun dari arah Kabupaten Pinrang.
Sementara mobil besar masih memberanikan diri menyeberang meski harus ekstra hati-hati.
Akibat tingginya debet air, sejumlah pengendara motor yang nekat menyeberang terpaksa harus mendorong kendaraan mereka karena mesin mendadak mati karena terpendam air.
"Kita heran kok ada banjir tapi tidak sedang hujan. Tadi saya coba menyeberang ternyata dalam sekali airnya. Motor saya sampai mogok," kata salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi bencana.
Banjir juga membuat akses jalan Permukiman dan areal Persawahan di sekitaran jalan Poros Desa Tonrongnge, Kecamatan Baranti, Sidrap, tergenang air, Selasa 11 Agustus 2020.
Ketinggian air mencapai sekitar kurang lebih setengah meter diakibatkan curah hujan yang terjadi pada hari Senin, 10 Agustus 2020, sehari sebelumnya.
Kapolsek Baranti, Iptu Sudirman mengatakan kondisi air hingga siang ini sudah mulai berangsur surut.
Adapun jalan yang masih terdampak banjir atau air tergenang yakni sepanjang jalan poros kampung baru Desa Tonrongnge Kecamatan Baranti dan areal pemukiman warga sekitar serta areal persawahan.
Genangan air ini mengakibatkan meluapnya air sungai dan menyebabkan terjadinya banjir sepanjang jalan, areal pemukiman, areal persawahan Desa Tonrongnge.
Meskipun banjir sudah berangsur surut dan sebagian jalan pemukiman sudah ada yang tidak digenangi air, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadinya banjir susulan akibat cuaca di sekitar lokasi sampai saat ini masih mendung dan gerimis.
Kondisi berbeda justru terjadi di poros Baranti- Pinrang. Banjir justru semakin naik pada siang hari menjelang sore.
Kondisi ini membuat pengguna jalan kaget.
"Ini yang bikin heran. Tadi waktu ke Pinrang menjelang siang air masih rendah. Pas pulang sekitar pukul 14.00 WITA, air malah semakin tinggi. Kita sampai takut menyeberang,"beber salah seorang pengguna jalan, Citra.










