Terkini.id, Jakarta – Melalui sebuah cuitan di media sosial, Faizal Assegaf seorang pengamat politik terlihat tengah membandingkan sikap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terkait wacana penundaan pemilu 2024 yang masih mencuat.
Dalam cuitannya, Faizal Assegaf menyebutkan bahwa tolak usulan penundaan pemilu sikap siri berpikir cerdas.
“Muhammadiyah dgn tegas menolak usulan penundaan pemilu. Sikap yg inklusif dgn ciri berpikir cerdas, waras & konsisten menegakkan konstitusi,” katanya.
Lanjut “Sementara Ketum PBNU, Yahya Staguf klaim penundaan masuk akal masuk akal. Dgn memberi catatan keputusan tsb harus melalui pendekatan dialog,” imbuhnya
Selain itu, melalui cuitannya, Faizal menilai, bahwa sikap Ketua PBNU tersebut terkesan politisi.
“Diksi ‘penundaan pemilu masuk akal’ yg dilontarkan Ketuu PBNU, adalah ‘sampul proposal’ yg isinya sdh dpt disimpulkan sbg politik kompromi,” ujarnya
Faizal mengaku prihatin atas sikap PBNU yang disebutnya bertabiat politik norak.
Menurutnya, lakon Ketum PBNU dan klaim ormas terbesar mengalami kebangkrutan moral dan intelektual.
“Prihatin PBNU bersikap norak melawan arus aspirasi publik yg tdk setuju pemilu ditunda. Jelas, tabiat pragmatis yg esensinya tdk berakal!,” ucapnya.
“Sdh jelas pemilu dgn jadwal yg ditetapkan adlh keputusan konstitusi yg tdk dpt dikompromikan dgn kalkulasi politik proposal apapun. Tabiat politik norak trsebut hrs dihentikan!,” pungkasnya.
Sebelumnya,Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Ketum PKB) Muhaimin Iskandar mengusulkan untuk menunda pelaksanaan Pemilu 2024 dengan alasan untuk mempertahankan momentum pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Begitu pula dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang menegaskan bahwa partainya setuju dengan usulan pelaksanaan Pemilu 2024 dimundurkan dengan mempertimbangkan lima poin.
"Dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari masyarakat serta berbagai kalangan maka PAN memutuskan setuju pelaksanaan Pemilu 2024 diundur," kata Zulkifli.










