Bahas Nikah Muda, Buku 'Karunia & Cinta' Karya Eka Ekfatihah Resmi Diluncurkan Penerbit MIB Indonesia

Bahas Nikah Muda, Buku 'Karunia & Cinta' Karya Eka Ekfatihah Resmi Diluncurkan Penerbit MIB Indonesia

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Penerbit MIB Indonesia menggelar kegiatan Talkshow Kepenulisan dan Launching Buku 'Karunia & Cinta' karya Eka Ekfatihah, di Warkop Dg Sija, Kota Makassar, Sabtu 27 Maret 2021.

Dalam kegiatan itu, Penulis Buku 'Karunia & Cinta' Eka Ekfatihah mengulas isi bukunya yang bertemakan pernikahan muda tersebut.

"Di Bone, kota terpencil menurut saya, yang hampir semuanya nikah muda, saya ingin menunjukkan bahwa Orang Bone juga bisa dan dapat meraih cita-citanya seperti anak kota pada umumnya," ucap pemilik akun Instagram @ekaekfatihah ini.

Kegiatan ini berlangsung dengan sangat menarik ditambah antusias peserta offline sekitar 20an orang maupun peserta online di live instagram @mib_bookcorner.

Ratu Balqis selaku Pegiat Literasi Makassar bertindak sebagai moderator kegiatan tersebut.

Selain itu, turut hadir pembicara Kepenulisan Novel, Tetty Sally yang juga merupakan penulis Novel 'Perempuan Dilarang Bahagia'.

"Tips menulis novel yakni perbanyaklah patah hati. Tulisan yang paling indah adalah tulisan yang lahir dari patah hati. Patah hati dalam hal ini bukan hanya kepada seseorang yang kita cintai, bisa juga patah hati kepada teman, pemerintah, lingkungan, keluarga, bahkan kepada diri sendiri," kata Tetta.

Ainun Mubin Misbah, selaku peserta dan salah satu anggota Pecandu Aksara yang menjadi Finalis Duta Baca Sulawesi Selatan mempertanyakan alasan Tetta Sally memilih berpindah dari penulis nonfiksi ke fiksi.

"Dulu saya penulis nonfiksi saat kuliah, lalu saat bergabung di FLP dan Pecandu Aksara saya memilih hijrah ke penulisan fiksi. Alasannya cukup sederhana, karena dengan menulis fiksi (novel atau cerpen) saya merasa menjadi Tuhan," ungkap Tetta menjawab pertanyaan Ainun Mubin.

Dalam kegiatan itu juga hadir sebagai pembicara, Aurora Rahmah selaku Pimpinan Redaksi Penerbit MIB Indonesia.

Dalam paparan meterinya, Aurora Rahmah mengungkapkan alasannya tetap bertahan di dunia penerbitan.

"Ada tiga alasan, 1 karena cinta, 2 IQRA, daam Alquran kita dianjurkan membaca, 'bagaimana orang membaca kalau tidak ada fasilitator pembuat buku?' 3 karena hobi yang dibayar, saya suka membaca, dan saat saya mengedit, jelas saya membaca, membaca yg dibayar, tidak lepas pula, pekerjaan saya bukan cuman satu, ada beberapa usaha, kerja juga dengan skill yang lain, untuk menyeimbangi omset di Penerbitan dan kebutuhan hidup," ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Para peserta dalam acara tersebut juga menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Citizen Reporter : Suci Muslimah Namri (Anggota Pecandu Aksara)