Terkini.id, Jakarta - Asyik, Harga Bitcoin lonjak lagi ke level tertinggi dalam dua minggu. Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi pada perdagangan Jumat 1 Oktober 2021. Ini terjadi sejak pertengahan September 2021 yang sebelumnya cryptocurrency mengalami bearish berkepanjangan. Menurut analis, ada beberapa faktor yang mendukung kenaikan tersebut di antaranya tren musiman serta pernyataan bank sentral.
Uang kripto terbesar itu naik 9,3 persen ke level 47.910 dolar AS pada perdagangan Jumat 1 Oktober 2021 setelah mencapai tertinggi 48.236,08 dolar AS.
Seperti dilansir dari katadata.co.id, Minggu 3 Oktober 2021, jika tren kenaikan masih berlanjut, Bitcoin diprediksi akan berada pada persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni 2021.
Koin Ether dan XRP yang nilainya lebih kecil, juga cenderung bergerak bersama-sama Bitcoin. Masing-masing naik 10,1 persen pada level 3.301 dolar AS dan 8,5 persen pada level 1,03 dolar AS.
Pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell mendorong kenaikan harga aset digital itu. Dalam kesaksian kepada Kongres, Powell mengatakan The Fed tidak berniat melarang mata uang kripto sebagai tanggapan atas pertanyaan dari anggota parlemen Ted Budd.
Selain itu, beberapa analis juga mengatakan, Oktober biasanya merupakan bulan bullish untuk aset digital. Secara historis, September merupakan periode bearish untuk sektor ini.
“Pasar aset digital diuntungkan baik dari efek musiman maupun fundamental pasar yang umumnya positif,” terang Ulrik K Lykke, pendiri dana lindung nilai aset kripto ARK36.
Menurutnya, berdasarkan tren perdagangan Bitcoin, kinerjanya akan kuat di kuartal keempat. Ekspektasi tren tersebut akan berlanjut tahun ini. Bahkan, ada kemungkinan melihat kenaikan tertinggi baru selama kuartal keempat tahun ini.
“Terutama data on-chain. Dalam kasus ini Bitcoin, tampaknya mengindikasikan potensi kelanjutan pasar bullish yang kuat,” imbuhnya seraya mengutip komentar Powell pada Kamis 30 September 2021 sebagai salah satu faktor untuk aksi harga positif Bitcoin.
Sementara itu, kepala penelitian di Enigma Securities di London Joseph Edwards, mengatakan lonjakan volume pada bursa derivatif kripto berpotensi menjadi pendorong untuk pergerakan koin digital tersebut. Perdagangan derivatif sering mempengaruhi harga spot di pasar Bitcoin.
Di pasar berjangka, Bitcoin menunjukkan posisi jual bersih minus 883, terkecil sejak pertengahan Agustus 2021, menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) yang dirilis pada Jumat 1 Oktober 2021.










