Dari sisi sumber daya manusia, Unismuh Makassar memiliki lebih dari 800 dosen dengan 27 guru besar, meningkat signifikan dibandingkan dua tahun lalu yang hanya tujuh profesor.
“Ini bagian dari percepatan yang kami dorong, termasuk pembiayaan publikasi ilmiah bagi dosen,” tambahnya.
Rektor juga menyoroti upaya internasionalisasi kampus. Saat ini, Unismuh telah menjalin kerja sama dengan 90 mitra luar negeri di 32 negara serta 163 mitra dalam negeri, disertai kehadiran puluhan mahasiswa internasional.
“Ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing global,” katanya.
Selain itu, Unismuh Makassar juga mencatat capaian dalam pemeringkatan internasional seperti Times Higher Education Impact Ranking dan UI GreenMetric.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Unismuh mulai diperhitungkan di tingkat global dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” tutur Rakhim.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Dr. Burhanuddin menilai asesmen ini sebagai momentum strategis, khususnya bagi Fakultas Hukum yang tergolong fakultas termuda di lingkungan Unismuh.
“Kami berharap proses asesmen ini berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Ketua Tim Asesor, Prof. Angkasa, mengapresiasi kesiapan Unismuh Makassar dalam menghadapi asesmen lapangan. Ia menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif berbasis data dan fakta.
“Kami melakukan verifikasi terhadap dokumen yang telah disampaikan, termasuk data yang terintegrasi dengan PDDikti,” jelasnya.










