Terkini.id, Jakarta - Calon Presiden 01, Joko Widodo rupanya menyiapkan amunisi untuk menghadapi Capres 02 Prabowo Subianto dalam Debat Capres Kedua tadi malam.
Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) bertanya soal infrastruktur apa yang akan dibangun Prabowo untuk mendukung unicorn yang ada di Indonesia.
Namun sebelum menjawab, Prabowo berpikir beberapa saat kemudian bertanya balik apa itu unicorn.
Pada debat jilid II tadi malam, kedua pasangan calon presiden melakukan debat dengan tema infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup.
Namun, semua isu tersebut tetap terkait dengan revolusi industri 4.0.
"Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung perkembangan unicorn Indonesia?" kata Jokowi.
"Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan?" kata Prabowo bertanya balik.
Jokowi tampak tak mendengar jelas pertanyaan balik Prabowo sehingga tak merespons dengan jawaban jelas.
Prabowo pun memaparkan komitmennya untuk perkembangan unicorn di Indonesia. Jika terpilih, Prabowo akan memangkas sejumlah regulasi yang menurutnya bisa memperlancar perkembangan startup unicorn di Indonesia.
"Kita kurangi regulasi, kurangi pembatasan karena mereka lagi giat-giatnya dan pesat-pesatnya berkembang. Saya akan dukung sebagai upaya memperlancar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam arti merasa ada tambahan-tambahan regulasi. Mereka mau dipajaki rupanya dalam jaringan online. Ini yang mereka juga mengeluh," kata Prabowo.
"Jadi saya menyambut baik, dinamika perkembangan seperti itu luar biasa pesatnya dan ini memungkinkan membuka peluang yang luar biasa. Saya mendukung hal seperti itu," sebut Prabowo.
Arti Unicorn
Apa itu Unicorn. Dari penelusuran terkini.id, unicorn merupakan sebuah level perusahaan startup.
Unicorn merupakan level start-up yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih.
Dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn.
Semua startup ini tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura.
Startupstartup ini pun menggeluti bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, ritel, dan bahkan games.
Dari hasil penelitian dari CB Insights, startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber. Startup asal Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai USD 51 miliar.
Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi, Tiongkok, senilai USD 46 miliar. Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Airbnb, Amerika Serikat, senilai USD 25,5 miliar.
Khusus di Indonesia, saat ini sudah ada 4 perintis unicorn startup yang mulai dilirik oleh para investor asing dengan valuasi diatas USD 1 Miliar (Rp 13,8 triliun) di antaranya yaitu Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.