Anwar Abbas Ngaku Kerap Kritik Jokowi Namun Buka Menempatkan Diri Sebagai Musuh: Saya Biasa Bercanda dengan Beliau

Anwar Abbas Ngaku Kerap Kritik Jokowi Namun Buka Menempatkan Diri Sebagai Musuh: Saya Biasa Bercanda dengan Beliau

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Anwar Abbas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta publik tidak menganggap dirinya memusuhi Presiden Jokowi.

Ketua PP Muhammadiyah itu mengaku kerap mengkritik Jokowi. Namun, bukan berarti menempatkan diri sebagai musuh mantan gubernur DKI Jakarta itu.

"Janganlah sampai mengira bahwa saya itu memusuhi Jokowi," Anwar Abbas.

Dia bahkan mengaku hubungannya dengan Jokowi tetap baik. Anwar mengatakan dirinya pernah beberapa kali melontarkan kalimat candaan kepada kakek dari Jan Ethes tersebut.

"Saya juga biasa bercanda dengan beliau (Jokowi, red)," tutur Anwar. Pria kelahiran Sumatra Barat itu kemudian menyinggung momen Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI pada Jumat (10/12) lalu.

Di mana Anwar diketahui menjadi sosok yang menyambut Presiden Jokowi yang hadir di acara tersebut.

Dia saat menyambut kedatangan Jokowi, bertanya tentang kondisi kesehatan kepala negara. Presiden kemudian menjawab dalam keadaan baik. Setelah itu, candaan terlontar. Anwar menggoda Jokowi yang mengaku sehat, tetapi kondisi tubuh masih kurus.

"Kok, Pak Presiden kelihatan kurus, kata saya menggoda, memang sebegini dari dahulu, kata beliau sambil tertawa," tutur Anwar.

Dia menuturkan posisi politiknya bukan mendukung atau menentang Jokowi. Dirinya berkomitmen mengkritik pria kelahiran Surakarta itu jika membuat kebijakan yang tidak prorakyat.

"Saya kalau Pak Jokowi benar, saya akan bela beliau meskipun saya akan di-bully oleh teman-teman saya," ungkap Anwar Abbas.

Dia justru menyebut Jokowi sosok pemimpin yang mau mendengar kritik dan keluhan masyarakat.

Berbeda dengan pemimpin lainnya di Indonesia yang tidak mau mendengar kritik dan keluhan masyarakat karena sosok itu merasa lebih hebat dari pengkritik.

"Jangankan mereka akan mendengarkan apa yang ingin kami sampaikan, malah mereka menceramahi tamunya," tutur Anwar Abbas.