Terkini.id, Jakarta - Manajemen dan Personalia Krematorium Cilincing Heru Prayitno mengungkapkan, antrean jenazah pasien corona yang hendak dikremasi di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara (Jakut) sudah mulai berkurang.
Hal itu disampaikan setelah dikonfirmasi wartawan, Sabtu 31 Juli 2021 terkait perkembangan terkini pasien Covid-19 yang akan dikremasi di krematorium binaan pengusaha Jusuf Hamka itu.
“Antreannya sudah berkurang,” beber Heru, seperti dilansir dari kompascom, Sabtu 31 Juli 2021.
Seperti diketahui, krematorium tersebut mulai menerima pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 dengan menerapkan harga yang wajar. Jauh di bawah harga tak rasional yang diterapkan oknum kartel kremasi yang memanfaatkan kondisi pandemi untuk mendulang untung.
Krematorium Cilincing diketahui hanya menerima 11 jenazah pasien Covid-19 setiap harinya. Biasanya, 11 kuota itu selalu penuh setiap harinya.
Namun, kata Heru, hari ini (Sabtu 31 Juli 2021), hanya sembilan jenazah Covid-19 yang akan dikremasi.
“Ada sembilan data booking kemarin,” ungkapnya.
Menurut Heru, penurunan ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Kendati demikian, pihak krematorium saat ini sedang mempersiapkan petugas pemulasaraan tambahan guna memaksimalkan kapasitas jenazah yang bisa dikremasi.
“Petugas sudah ditambah dan sudah mulai bekerja tapi tetap masih masa traning, perlu waktu dan belajar untuk kerja dikremasi,” imbuhnya.
Krematorium Cilincing juga tetap melayani pemulasaraan jenazah non Covid-19.
Proses pemulasaraan dibagi menjadi dua shift, yaitu pagi hari untuk jenazah non Covid-19, sementara jenazah pasien Covid-19 dikremasi pada sore hari.
Dalam proses pemulasaraan pasien Covid-19, seluruh petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Adapun biaya kremasi untuk jenazah pasien Covid-19 sebesar Rp 7 juta, sementara untuk jenazah non Covid Rp 4 juta-Rp 5 juta. Biaya digratiskan bagi warga yang tidak mampu.










