Anies Baswedan 'Pamer' Alat Berat di Media Sosial, Politikus PDIP: Tak Perlu Pamer yang Penting Realisasi

Anies Baswedan 'Pamer' Alat Berat di Media Sosial, Politikus PDIP: Tak Perlu Pamer yang Penting Realisasi

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menunggah sebuah foto-foto kegiatan alat berat milik Dinas Sumber Daya Air (SDA), yang tengah melakukan proses pengerukan lumpur di sejumlah wilayah di media sosialnya.

Ya, kegiatan tersebut diketahui sebagai antisipasi DKI Jakarta untuk mengatasi adanya banjir menjelang musim penghujan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth akhirnya angkat bicara mengenai aksi tersebut.

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak perlu sampai memamerkan alat berat tersebut di media sosialnya.

Apalagi, sampai membanggakan diri dalam memamerkan alat berat tersebut, sebab yang diperlukan masyarakat hanyalah kerja nyata dan tepat pada sasaran.

"Tak perlu memamerkan alat berat, yang terpentung adalah realisasi kinerjanya," ucap Hardiyanto dikutip terkini.id dari aktual, Kamis, 23 September 2021.

"Masyarakat lebih melihat dari output-nya dibandingkan drama-drama atau pencitraan di media sosial," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hardiyanto mengatakan bahwa penanganan banjir akan bisa diatasi jika seluruh stakeholder bisa bekerja dengan serius, cepat, dan tepat sasaran hingga bertanggung jawab.

Sebab, hingga saat ini menurutnya penanganan banjir masih belum pernah terealisasi dengan optimum.

Menurutnya, hanya denagan kerja keras, serius, dan bertanggung jawab, permasalahan banjir yang selalu menjadi isu tahunan DKI Jakarta akan bisa teratasi.

"Kalau memang dikerjakan dengan kerja keras, serius, dan bertanggungjawab, saya rasa sedikit banyak permasalahan banjir ini bisa segera selesai," bebernya.

"Pengerukan kali dan waduk ini betul-betul dikerjakan secara disiplin dan amanah, sering kali saya menemukan alat berat untuk pekerjaan pengerukan kali ini, hanya terparkir di pinggir kali atau waduk saja," ungkapnya.

"Operatir yang saya jumpai, kebanyakan bermalas-malasan, pas saya melihat, baru mereka panik dan mulai pekerjaannya kembali," lanjutnya.