Angka Kematian Meningkat, Vladimir Putin Minta Percepat Vaksinasi di Russia

Angka Kematian Meningkat, Vladimir Putin Minta Percepat Vaksinasi di Russia

M Noer Suhasbi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Presiden Russia Vladimir Putin menegaskan pada Selasa 12 Oktober 2021 bahwa Rusia perlu mempercepat vaksinasi covid 19 ketika negara itu mencatat angka kematian harian tertinggi sejak awal pandemi.

Situasi pandemi covid-19 di negara yang luas tersebut diketahui terus memburuk.

Berbicara kepada anggota parlemen yang baru dari State Duma majelis rendah, parlemen Russia Putin mendesak para deputi yang berkumpul di Kremlin untuk meyakinkan publik Russia untuk mendapatkan vaksinasi.

“Anda tahu bahwa jumlah infeksi meningkat di banyak daerah dan tenaga medis spesialis bekerja dalam kondisi sulit,” ucap Putin.

“Kita semua tahu bahwa vaksinasi dapat menyelamatkan kita dari virus. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kecepatan vaksinasi.”

“Saya meminta Anda untuk paling aktif dalam pekerjaan ini, untuk mendidik orang dan berbicara di media. Orang-orang percaya dan mendengarkan saran dan rekomendasi Anda.”

Putin mengatakan para deputi harus gigih dan sabar untuk menjelaskan kepada publik terkait vaksinasi Covid-19.

“Hal Ini sangat penting untuk melakukan ini tanpa nada teguran administratif. Kita harus dengan gigih dan sabar bekerja dengan orang-orang dan menjelaskan kepada mereka manfaat mencegah penyakit berbahaya ini," tambah Putin.

Dilansir dari Suara, Russia tertinggal di belakang dari sebagian besar dunia dalam hal capaian vaksinansi Covid-19, meskipun menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin covid 19, Sputnik V, untuk digunakan pada Agustus 2020.

Arahan Putin datang di hari yang sama ketika Russia mencatat 973 kematian selama 24 jam terakhir, menjadi jumlah kematian covid 19 tertinggi di negara itu sejak awal pandemi.

Rusia kini telah mencatat lebih dari 900 kematian dalam sehari selama tujuh hari berturut-turut. Secara total, Rusia secara resmi mencatat 218.345 kematian akibat covid 19 menurut satuan tugas covid 19 di negara tersebut.