Amien Rais Komentari FPI, Eko Kuntadhi: Orang Ini Demen Ngajak Allah dalam Urusan Politiknya

Amien Rais Komentari FPI, Eko Kuntadhi: Orang Ini Demen Ngajak Allah dalam Urusan Politiknya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi terkait pernyataan Pendiri Partai Ummat Amien Rais yang mengomentari soal pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah.

Lewat cuitannya di Twitter, Senin 4 Januari 2021, Eko Kuntadhi menyindir Amien Rais lantaran membawa nama Allah SWT dalam pernyataannya terkait FPI tersebut.

Ia pun menilai politisi senior itu kerap membawa nama Allah dalam urusan politiknya.

"Orang ini demen banget ngajak-ngajak Allah dalam urusan politiknya," cuit Eko Kuntadhi.

Dalam cuitannya itu, Eko juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul "FPI Dilarang, Amine Rais: Hati-hati ya Mahfud Urusannya Sama Allah!" yang dimuat situs Jawapos.com pada Jumat 1 Januari 2021.

Dalam isi artikel pemberitaan tersebut disebutkan bahwa segala bentuk aktivitas dan pemakaian lambang dari Front Pembela Islam (FPI) resmi dilarang oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Amien Rais mengatakan bahwa ini adalah bentuk pembungkaman demokrasi di Indonesia.

"Saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya menghabisi bangunan demokrasi kita," kata Amien lewat kanal Youtube Amien Rais Official.

Ia pun juga mengutip kisah Firaun. Menurutnya, sikap buruk yang dilakukan oleh Firaun pada saatnya nanti akan dibalas oleh Allah SWT.

"Ketika Firaun mengganas di Mesir biadab sekali, ada orang beriman, ‘hei Firaun dan konconya jangan kamu biadab jangan membunuh orang semau mu’. Bahwa nanti pada saatnya kamu akan diganjar hukuman oleh Allah. Hati-hati ya Mahfud urusannya langsung sama Allah," tuturnya.

Dalam isi artikel yang dibagikan Eko Kuntadhi tersebut, Amien Rais juga menegaskan bahwa jangan heran jika nantinya pemerintah akan mendapat ganjaran setimpal dari Tuhan akibat keputusannya terhadap FPI itu.

"Tolong tiga tahun setelah ini, kalau anda masih berkuasa sampai akhir 2024, nanti anda menoleh ke belakang, ya Allah kok dulu bisa begitu saya," ujarnya.