Bandingkan Postur Tubuh Jokowi dan SBY, Ali Syarief: Badannya Kerempeng

Bandingkan Postur Tubuh Jokowi dan SBY, Ali Syarief: Badannya Kerempeng

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Akademisi Cross Culture, Ali Syarief lewat postingannya di media sosial membandingkan postur tubuh Presiden Jokowi dengan Presiden sebelumnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Adapun postingan Ali Syarief bandingkan postur tubuh Jokowi dengan SBY itu sontak viral usai dibagikan pengguna Twitter NayDonuts, seperti dilihat pada Rabu 4 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menilai postingan Ali Syarief tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap seseorang.

Oleh karena itu, ia meminta warganet maupun aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman kepada Ali Syarief atas unggahannya itu.

"This account has done harassment, body shaming to someone. Please give them punishment (Akun ini telah melakukan pelecehan, body shaming kepada seseorang. Tolong beri mereka hukuman)," cuit netizen NayDonuts.

Selain itu, sang netizen juga meminta kepada warganet lainnya untuk membagikan postingan Ali Syarief itu supaya viral.

"BANTU SPIRALKAN GUYS, RT KERAS," tutur sang netizen.

Bandingkan Postur Tubuh Jokowi dan SBY, Ali Syarief: Badannya Kerempeng

Dilihat dari isi postingan Ali Syarief itu, tampak akademisi tersebut awalnya menyinggung soal alasan masyarakat memilih SBY saat Pilpres.

Menurutnya, masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu memilih SBY sebagai Presiden lantaran postur tubuhnya yang tinggi besar.

"Jaman SBY nyapres saya tanya ibu-ibu, mengapa pilih SBY? 'Karena Badannya Tinggi Besar'," ujar Ali Syarief.

Berbeda dengan SBY, kata Ali, Presiden Jokowi postur tubuhnya malah kerempeng meski sosoknya merakyat.

"Terus waktu Jokowi, 'Badannya kerempeng merakyat'," sindir Ali Syarief.

Maka dari itu, Ali Syarief berharap Presiden berikutnya punya postur tubuh yang lebih ideal dan akhlaknya lebih baik dibanding pemimpin-pemimpin sebelumnya termasuk SBY maupun Jokowi.

"Mudah-mudahan ke depan ada capres yang ideal fisiknya, intellectual, dan soleh ahlaqnya. Lebih baik segalanya dari yang sudah-sudah," ujarnya.