Alami Gejala Ini, Waspadai Mungkin Anda Mengalami Hepatic Steatosis

Alami Gejala Ini, Waspadai Mungkin Anda Mengalami Hepatic Steatosis

R
Redaksi
Oliviane Nuah

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, - Apakah Anda mengalami kondisi seperti kehilangan selera makan dan berat badan menurun, merasa lelah dan tubuh terasa lemah?

Gejala seperti ini perlu diwaspadai, bisa jadi anda mengalami Hepatic Steatosis atau Perlemakan Hati.

Saat hati mulai mengalami peradangan gejala di atas muncul dan peradangan tersebut bisa berkembang menjadi sirosis dengan gejala ditandai dengan

- kulit dan mata berwarna kekuningan

- mengalami pembengkakan atau buncit pada wilayah perut karena cairan menumpuk

- telapak tangan berwarna merah

- pada pria mengalami ginekomastia atau pertumbuhan payudara yang abnormal atau membesar

- pembuluh darah membesar di bawah permukaan kulit dan

- kecenderungan lebih muda berdarah

Perlemakan hati bisa terjadi pada siapa saja, pada ibu hamil akan membahayakan kehamilan karena komplikasi.

Gejala perlemakan hati pada kehamilan biasanya muncul pada trimester ketiga dengan ditandai rasa mual dan muntah terus menerus, rasa nyeri pada perut bagian atas, kulit berwarna kuning dan tubuh terasa lesu.

Hepatic Steatosis adalah kondisi dimana terjadi penumpukan lemak berlebih pada organ hati sehingga menimbulkan gangguan pada fungsi hati. Hati yang semestinya berfungsi memproses makanan, minuman dan menyaring toksin dari darah, mengalami peradangan yang bisa memicu terjadi sirosis hati. Di hati akan terbentuk jaringan parut yang meluas dan merusak struktur dan mengganggu fungsi hati.

Kebanyakan kondisi ini diderita oleh mereka yang berumur 40-60 tahun, dengan kondisi yang tidak selalu menimbulkan gejala, bagi sebagian orang akan merasa tidak nyaman pada perut dan atau merasa kelelahan.

Pemeriksaan oleh dokter akan menunjukan organ hati terlihat membesar dengan kondisi fisik seperti tersebut di atas.

Penyebab Hepatic Steatosis

Adapun penyebab Hepatic Steatosis melansir dari alodokter.com, berdasarkan penyebabnya digolongkan perlemakan hati yang terjadi akibat kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan perlemakan hati yang tidak terkait dengan alkohol.

Hepatic Steatosis terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak lemak sementara proses pemecahan lemak di hati tidak cukup cepat sehingga terjadi penimbunan lemak dalam jaringan hati.

Peminum alkohol lebih banyak mengalami perlemakan hati karena hati tidak dapat memecah toksin dalam alkohol sehingga terjadi penumpukan lemak.

Penumpukan lemak dalam hati juga bisa disebabkan hal lain yang tidak berhubungan dengan alkohol seperti disebabkan oleh gen tertentu dalam tubuh, , efek samping minum obat-obatan seperti kortikosteroid, tamoxifen dan obat lainnya, karena toksin atau zat racun, memiliki kadar gula darah tinggi, diabetes tipe 2, hipertensi atau hepatitis C, malnutrisi, terlalu gemuk, berat badan yang turun secara drastic, resisten insulin dan memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi.

Seseorang yang mengalami perlemakan hati karena alkohol bisa tidak mengalami peradangan dan atau mengalami peradangan yang menyebabkan kerusakan sel hati yang mengakibatkan fibrosis, sirosis atau kanker hati.

Jika tidak ditangani dengan benar dan perlemakan terutama karena alkohol akan menjadi sirosis yang besar dan bisa berlanjut ke gagal hati yang lebih besar yang penanganannya hanya bisa dilakukan dengan transplantasi hati.

Cara Mencegah dan Mengobati Hepatic Steatosis

Jika mengalami gejala-gejala yang dimaksud di atas, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter supaya dokter dapat mendiagnosis keadaan sebenarnya terkait gejala yang dialami.

Dokter akan mendiagnosa dengan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, USG, CT Scan dan MRI.

Untuk mencegah perlemakan hati adalah dengan cara mengendalikan penyebab penyakit ini yaitu

- Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol selama 6 minggu dan membatasi minum minuman beralkohol setelahnya.

- Berdiet untuk turunkan berat badan.

- Olahraga secara rutin

- Konsumsi makanan sehat, sayur, buah-buahan dan batasi makanan kalori tinggi

- Mengganti daging merah dengan mengonsumsi ayam dan ikan

- Hindari minuman dan makanan berkadar gula tinggi

Pengobatan untuk penyakit hati yang tidak terkait alkohol, dokter akan memberikan vitamin E dan obat untuk menangani diabetes.