Terkini.id, Jakarta - Rating Facebook jatuh usai menerapkan kebijakan menghapus setiap unggahan mengenai isu Palestina.
Masyarakat beramai-ramai memberikan penilaian satu bintang untuk aplikasi Facebook di Google Playstore.
Akibatnya, penilaian terhadap Facebook yang awalnya di atas empat bintang nyungsep menjadi di bawah 3 bintang hingga Selasa, 18 Mei 2021.
Tak hanya sampai disitu, warganet turut menyerang Facebook dengan membanjiri kolom komentar
Ungkapan kekecewaan tersebar di kolom komentar soal kebijakan dan keamanan Facebook yang dinilai para pengguna tidak adil.
"Facebook belakangan ini menjadi corong golongan tertentu dan tidak adil. Tebukti berita-berita mengenai Palestina langsung disaring ketat dan akun yang memberitakan auto blokir," tulis Jan's SeeNew Lingga pada hari Minggu, 16 Mei 2021.
"Saat ini, Facebook dan Instagram membatasi postingan tentang Palestina. Banyak akun yang postingannya tentang Palestina dihapus tiba-tiba," komentar Vtho Stones pada hari Senin, 17 Mei 2021.
Selain itu banyak yang menduga tindakan ini disebabkan pemilik Facebook Pro Israel.
"Apakah karena salah satu pendiri/pemiliknya negara asal aplikasi ini Pro Israel?" tanya akum Arief Wahyu Prasetyo pada Senin, 17 Mei 2021.
Selain itu, mereka yang telah terkena blokir dipersulit untuk masuk kembali ke laman Facebook.
Dilansir dalam SINDOnews.com pada Selasa, 18 Mei 2021, Irfan Noviandana, salah satu pengguna media sosial menyebutkan tak bisa lagi membuat akun baru di Facebook dengan menggunakan nama aslinya.
Ia mencurigai namanya masuk daftar hitam terlebih sudah berkali-kali unggahannya terkait FPI dan Palestina dihapus.
"Kebijakan soal Palestina ini setelah ada pertemuan antara Facebook dengan Kementerian Kehakiman Israel. Tetapi sejatinya Facebook selalu tunduk pada kebijakan penguasa sebuah negara," ujar dia kepada SINDOnews.com.










