Akibat Catat Rekor Baru Kenaikan Kasus Covid-19, Jerman Kirim Pasien ke Italia

Akibat Catat Rekor Baru Kenaikan Kasus Covid-19, Jerman Kirim Pasien ke Italia

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Berdasarkan data statistik John Hopkins University, Jerman kembali memecahkan rekor kenaikan angka infeksi harian Covid-19 dengan 68.366 kasus setiap harinya.

Angka tersebut naik 14.739 kasus dari 53.627 kasus infeksi Covid-19 sehari sebelumnya. Jerman yang dikenal akhir-akhir ini memang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir.

Lonjakan kasus ini pun memicu peningkatan jumlah pasien rawat inap di rumah sakit hingga kewalahan. Ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) di sejumlah rumah sakit juga mulai penuh

Satu rumah sakit di Bavaria Freising, Jerman, bahkan terpaksa mengirim pasien Covid-19ke RS di Italia lantaran ICU mereka penuh dan kekurangan tenaga kesehatan. ICU Penuh, RS Jerman Kirim Pasien Covid-19 ke Italia

"Pekan lalu, pada Rabu atau Kamis, kami harus mengirim seorang pasien dengan helikopter ke Merano (Italia)," tutur direktur medis rumah sakit di Freising, Thomas Marx. Dilansir dari CNN. Kamis, 18 November 2021.

Marx menjelaskan bahwa rumah sakit tempatnya bekerja saat itu menangani 13 kasus di ruang ICU, sementara ruangan itu sebenarnya hanya bisa menampung 10 orang.

"Kami tidak memiliki kapasitas lagi untuk menerima mereka (pasien Covid-19), dan rumah sakit di sekitar Bavaria juga penuh," katanya.

Kenaikan angka infeksi virus corona di Jerman juga membuat pemerintah negara itu mengetatkan aturan pembatasan sosial terhadap warga yang belum divaksin.

Penerapan aturan ketat ini sudah dimulai di Ibu Kota Jerman, Berlin, mulai pada Senin , 15 November 2021. Warga Berlin yang ingin masuk ke bar, restoran, bioskop, ataupun tempat hiburan lain harus menunjukkan bukti vaksinasi lengkap atau bukti telah sembuh dari infeksi virus corona dalam enam bulan.

Sementara itu, koalisi partai pemerintahan baru juga telah memberikan usulan ke parlemen soal penanganan nasional Covid-19. Dalam usulan ini, warga Jerman yang ingin naik bus dan kereta harus menunjukkan bukti vaksin atau hasil negatif Covid-19.

Wakil pemimpin Partai Hijau, Robert Habeck, mengatakan pada Minggu, 14 November 2021 bahwa aturan ini memiliki efek seperti ‘lockdown’ bagi masyarakat yang tidak divaksinasi."

Tingkat vaksinasi rendah disebut menjadi salah satu penyebab kenaikan kasus Covid-19 di Jerman belakangan ini. Hingga kini, baru 66,7 persen penduduk yang sudah divaksin lengkap. Sementara itu, masih ada sepertiga warga Jerman yang sama sekali belum mendapat dosis vaksin Covid-19.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, mengatakan bahwa sebagian besar kasus Covid-19 ditemukan pada kalangan warga yang belum divaksinasi.

Institut Robert Koch menyatakan, tingkat rawat inap untuk pasien Covid-19 yang tidak divaksinasi meningkat empat kali lipat ketimbang yang sudah divaksin.