Ahmad Arif: Setiap Orang Bisa Atasi Iklim dari Meja Makan

Ahmad Arif: Setiap Orang Bisa Atasi Iklim dari Meja Makan

Subhan Riyadi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Setiap orang bisa membantu mengatasi dampak perubahan iklim dari meja makan, salah satunya upaya mengurangi konsumsi daging merah melalui inovasi produk makanan berbahan nabati, sebagaimana dituliskan Ahmad Arif.

Ahmad Arif menyebutkan, perubahan iklim tak hanya membutuhkan kolaborasi antar negara untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Masalah itu juga menjadi urusan individu dan tiap orang bisa turut membantu mengantisipasi dampaknya dari meja makan.

Selanjutnya Arif menuliskan, sekitar 40 persen emisi global disumbang pangan, terutama dari sektor peternakan dengan peringkat hasil emisi ke 7 dunia dengan emisi 14,5 persen. Laporan internasional Livestock Research Institute menyebut, 45 persen lahan di bumi untuk menumbukan rumput dan pakan ternak, padahal jalan dan bangunan hanya memakai 1 persen.

Degradasi lahan di hutan hujan tropis di Amazon, dan baru-baru ini terbakar hebat, terutama karena ekspansi lahan untuk menggembalakan ternak. Meningkatnya permintaan daging menyebabkan hutan seluas Amerika Selatan ditebangi seperempat abad terakhir dan mengubah penyerapan karbon menjadi pencemar karbon. Ulas Ahmad Arif.

Sektor peternakan juga membutuhkan sepertiga dari semua air tawar. Padahal perubahan iklim membuat ketersediaan air bersih semakin terbatas. Sementara konsumsi produk hewani di dunia meningkat.

Dengan inovasi menciptakan daging berbahan baku tanaman, perusahaan teknologi makanan dari Silicion Valley, Impossible Foods, menerima penghargaan PBB dalam Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk perubahan Iklim (UNFCC-COP) Ke-25 di Madrid, spayol, Selasa 10 Desember 2019.

Penghargaan bagi Aksi Global untuk Iklim (Global Climate Action Award) itu diberikan kepada 15 organisasi di dunia dan menyoroti contoh paling praktis untuk mengatasi perubahan iklim. Impossible Foods memenangi penghargaan dalam kategori Kesehatan Planet, yang menyoroti solusi dengan menyeimbangkan kebutuhan manusia dan kesehatan Planet

Selengkapnya silahkan hunting dan baca koran kompas, Senin 16 Desember 2019 buka halaman 9 Sains, Lingkungan dan Kesehatan.