Utang Lebih Besar Dari Pendapatan Pajak, Ahli Ekonomi: Tidak Ada yang Berani Mengontrol

Utang Lebih Besar Dari Pendapatan Pajak, Ahli Ekonomi: Tidak Ada yang Berani Mengontrol

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Prof Didik J Rachbini selaku Ekonom Senior memberikan komentarnya terkait utang Indonesia yang dinilai semakin menumpuk.

Diketahui utang Indonesia saat ini nilainya jauh lebih besar dibanding pendapatan pajak seluruh rakyat Indonesia.

Utang Indonesia setahun mencapai Rp1.500 triliun dengan defisit dalam setahun berjumlah Rp1000 triliun.

Terkait hal tersebut, Prof Didik J Rachbini mengatakan ada tiga faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena utang lebih besar dibandingkan pendapatan pajak rakyat bumi pertiwi.

"Mengapa bisa terjadi? karena tidak ada check and balance. Parlemen 82 persen dikuasai partai pendukung pemerintah, tidak ada yang berani untuk mengontrol," ujar Prof Didik J Rachbini, dikutip dari rmol.id, Selasa 19 Juli 2022.

Prof Didik J Rachbini juga menyoroti tingkah buang-buang uang anggaran yang dilakukan lembaga pemerintahan.

Bahkan Prof Didik J Rachbini menilai pemerintah daerah tingkat keborosannya jauh lebih parah dibanding sebelum krisis terjadi.

"Itu bisa dihitung dari angka di kementerian berapa kali perjalanan dinas, dalam dan luar negeri, yang ternyata lebih banyak. Alasannya agar ekonomi bergerak, tetapi tentu saja bukan seperti itu caranya," tutur Prof Didik J Rachbini.

Prof Didik J Rachbini berpendapat seharusnya pada saat krisis pemerintah mengupayakan pengendalian anggaran.

Upaya pengendalian anggaran tersebut dapat dilaksanakan dengan memotong anggaran yang dinilai tidak mendesak.

"Potongan itulah yang dimasukkan dalam anggaran PEN. tetapi sekarang yang terjadi dipotong pun tidak, tetapi anggaran PEN sudah Rp 700 triliun," ungkap Prof Didik J Rachbini.