Terkini.id - Tedak siten merupakan salah satu tradisi dalam adat dan budaya Jawa. Tujuan tradisi tersebut adalah agar anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang sukses di masa depan. Tentunya dengan restu dari Tuhan dan bimbingan terbaik dari kedua orang tuanya.
Selain sebagai gambaran doa serta harapan orang tua untuk buah hatinya, tradisi tedak siten juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan karena sudah diberi keturunan. Lantas, upacara tedak siten itu seperti apa?
Berikut 7 susunan acara tedak siten yang perlu diketahui:
1. Berjalan Diatas Jenang 7 Warna
Pada tahap pertama, anak akan dipandu untuk berjalan diatas jenang 7 warna yang berbeda yaitu merah, putih, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Jenangnya terbuat dari beras ketan.
Ritual ini melambangkan bahwa anak harus bisa mengatasi semua hambatan dalam hidupnya di masa depan.
2. Menginjak Tangga Dari Tebu
Tahap selanjutnya adalah anak akan dibimbing untuk menginjak tangga yang terbuat dari tebu “Arjuna” dan kemudian turun.
Tujuan ritual ini adalah agar anak diharapkan ke depannya akan berperilaku seperti Arjuna yang merupakan seorang pejuang sejati. Anak diharapkan mampu berjalan dalam kehidupan dengan tekad dan penuh percaya diri seperti Arjuna yang heroik.
3. Diletakkan Di Tumpukan Pasir
Setelah itu, anak akan dipandu dua langkah lalu diletakkan diatas tumpukan pasir. Anak harus bermain pasir dengan kedua kakinya yang disebut dengan ritual ‘ceker – ceker’.
Tujuan melakukan ritual ini adalah agar kelak anak bisa bekerja dan mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
4. Masuk Ke Kandang Ayam
Tahap selanjutnya, anak akan dipandu untuk memasuki kandang ayam yang sudah didekorasi. Di dalam kandung tersebut, ada beberapa barang mulai dari buku tulis, perhiasaan, aksesoris emas, kalung, gelang, beras, hingga kapas, dan barang – barang bermanfaat lainnya.
Pada tahap ini, anak akan memilih barang yang sudah tersedia di dalam kandang ayam tersebut. Contohnya, jika anak memilih buku tulis, maka kemungkinan kelak dia harus bekerja di kantor atau menjadi profesor.
5. Menyebarkan Udik – Udik
Sementara itu, ayah dan kakek dari anak tersebut akan menyebarkan koin – koin dan bunga yang disebut dengan ‘udik – udik’.
Ritual ini dilakukan dengan tujuan agar kelak anak memiliki cara termudah untuk mencari nafkah dan harus bermurah hati dengan membantu orang lain.
6. Dimandikan Dengan Bunga Sritaman
Ritual selanjutnya adalah anak harus dimandikan atau dibersihkan dengan bunga Sritaman. Air mandi tersebut terdiri dari bunga mawar, melati, magnolia, dan juga kenanga.
Tahap ini melambangkan harapan bahwa anak kelak akan membawa rasa hormat, kehormatan, dan ketenangan bagi keluarga.
7. Dipakaikan Pakaian Baru
Setelah selesai melakukan ritual diatas, anak akan dipakaikan pakaian baru yang rapi dan indah. Ritual ini menggambarkan bahwa anak kelak harus selalu memiliki kehidupan yang baik dan makmur, serta bisa membahagiakan kedua orang tuanya.
Perlu diketahui bahwa tradisi tedak siten sudah dilaksanakan sejak dulu kala dan hingga saat ini masih diselenggarakan oleh masyarakat secara turun temurun, tidak terkecuali dari kalangan selebriti. Adapun keluarga selebriti yang pernah menyelanggarakan tradisi tedak siten untuk buah hatinya antara lain Ardina Rasti dan Arie Dwi Andika, Momo Geisha dan Nicola Reza Samudra, serta Fitri Ayu dan Kenji Hamada.










