5. Kurang minum
Meski tidak merasa haus, kebutuhan cairan tubuh tetap wajib terpenuhi. Pasalnya, kekurangan cairan hingga berakibat dehidrasi akan menaikkan tekanan darah.

Seperti dilansir dari WebMD, saat sel-sel tubuh tidak memiliki cukup air, pembuluh darah bisa menegang. Hal ini karena otak mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari agar melepaskan bahan kimia yang membuat pembuluh darah mengecil.
Alhasil, untuk mempertahankan cairan tubuh, ginjal membuat lebih sedikit urine. Kondisi ini pun membuat pembuluh darah kecil di jantung dan otak mengecil.
6. Tenggelam dalam kesepian
Kesepian tidak selalu berbicara tentang berapa banyak teman yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana anda terhubung dengan mereka. Kesepian yang dibiarkan tentu akan membawa dampak buruk.
Sebuah studi menemukan bahwa kesepian yang dibiarkan selama 4 tahun membuat tekanan darah pada seseorang naik lebih dari 14 poin. Peneliti pun menyimpulkan bahwa rasa takut akan penolakan dan kekecewaan serta rasa lebih waspada soal keamanan dapat mengubah cara tubuh bekerja.
7. Marah-marah
Kemarahan memicu respon 'flight or fight' tubuh. Kelenjar adrenal pun membanjiri tubuh dengan hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol.
Sebagai persiapan untuk aktivitas fisik, otak mengalirkan darah dari usus ke otot. Alhasil, hal ini diikuti kenaikan tekanan darah, denyut jantung, juga pernapasan.
Dikutip dari Better Health, apabila hal ini terjadi terus-menerus dan tidak terkelola, maka terjadi perubahan metabolisme hingga kerusakan pada banyak sistem tubuh. Marah-marah hanya akan memicu berbagai masalah kesehatan seperti kenaikan tekanan darah tinggi, sakit kepala, masalah pencernaan, insomnia, depresi, serangan jantung hingga stroke.
Itulah beberapa kebiasaan yang menyebabkan darah tinggi. Hindari hal tersebut sebisa mungkin agar sistem kardiovaskular anda tetap terjaga.
(Sumber: cnnindonesia.com)










