59 Warga Garut Diduga Dibaiat Aliran NII yang Anggap Pemerintah RI Thogut

59 Warga Garut Diduga Dibaiat Aliran NII yang Anggap Pemerintah RI Thogut

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaNegara Islam Indonesia (NII) atau dikenal sebagai Darul Islam (DI) adalah kelompok Islam di Indonesia yang bertujuan untuk pembentukan negara Islam di Indonesia.

Ini dimulai pada 7 Agustus 1949 oleh sekelompok milisi Muslim, dikoordinasikan oleh seorang politisi Muslim, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampang, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya,Jawa Barat.

Kelompok ini mengakui syariat islam sebagai sumber hukum yang valid. Gerakan ini telah menghasilkan pecahan maupun cabang yang terbentang dari Jemaah Islamiyah ke kelompok agama non-kekerasan.

Sebab karena itu, berdasarkan pengakuan diduga sejumlah warga Garut Jawa Barat mengaku dibaiat masuk aliran sesat Negara Islam Indonesia.

Hal tersebut dibenarkan langsung, Lurah Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Suherman mengatakan, sejumlah anak yang mengaku dibaiat, salah satu doktrin yang diberikan adalah menganggap pemerintah RI thogut.

"Ajarannya yang diterima ya.... menganggap negara ini thogut," ujar Suherman dikutip dari CNN Kamis 7 Oktober 2021

Suherman menjelaskan, informasi mengenai puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah adanya pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya. Remaja lelaki itu mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang.

Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang didominasi remaja mengaku dibaiat masuk NII.

"Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak," katanya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Suherman sudah memfasilitasi keluarga dan anak yang diduga dibaiat untuk bertemu dan menyelesaikan permasalahan dibantu pihak terkait.

"Hasil dari tabayyun, ada islah, alhamdulilah yang bersangkutan menandatangani perjanjian dan akan kembali pada orang tua dan ajaran yang sesuai," ungkap Suherman.