427 Pasien Corona Meninggal Dalam Sehari, Ini Video Deretan Truk Militer Italia Angkut Ratusan Jenazah

427 Pasien Corona Meninggal Dalam Sehari, Ini Video Deretan Truk Militer Italia Angkut Ratusan Jenazah

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Jakarta - Lonjakan kematian akibat virus corona dialami Italia pada Kamis kemarin, Jumat 20 Maret 2020. Petugas pemakaman pun kelabakan menangani jasad para pasien tersebut untuk dikremasi. Pemerintah Italia bahkan harus menurunkan truk-truk militer untuk mengangkut ratusan peti mati berisi jenazah korban pandemi corona. Pihak pemakaman disebut kewalahan menguburkan para korban. Italia sedang dihadapkan pada kenyataan mengerikan terkait pandemi corona. Jumlah korban meninggal dunia akibat penyebaran virus tersebut sudah melebih China, yang justru menjadi negara asal kemunculan virus. Kamis kemarin dalam satu hari, tercatat ada 427 korban meninggal dunia, tertinggi sejak virus tersebut terdeteksi ada di Italia. Sementara jumlah kematian total menyentuh angka 3.405. Saat ini, bukan cuma rumah sakit yang kewalahan menerima pasien corona. Pemakaman dan krematorium di beberapa kota juga sudah kelebihan beban. Mengutip dari DailyMail, pemakaman dan krematorium di Italia harus bekerja 24 jam untuk menerima puluhan sampai ratusan korban jiwa virus corona setiap hari. Padahal krematorium hanya bisa menerima 24 jenazah setiap hari. Penumpukan itu membuat beberapa jenazah harus diangkut ke pemakaman atau krematorium di luar Kota Bergamo, kota yang termasuk paling parah terdampak corona. Untuk mengangkut sangat banyak peti mati, truk-truk militer Italia dikerahkan. https://twitter.com/Rafikik7396/status/1240797490263269378 Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat iring-iringan sekitar 10 truk militer melewati jalanan Kota Bergamo yang sepi. Dikawal mobil polisi, truk tersebut berjalan pelan membawa puluhan peti mati. https://twitter.com/DRElMo_ATIKU/status/1240621310163791874 Italia saat ini tengah berada dalam periode puncak penyebaran pandemi corona. Otoritas setempat memprediksikan pada pekan depan grafik penularan dan jumlah korban jiwa akan mulai turun seiring dilakukannya lockdown.