4 Poin Aspirasi Pendidikan Dede Yusuf ke Nadiem Makarim

4 Poin Aspirasi Pendidikan Dede Yusuf ke Nadiem Makarim

Fahri Setiadi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaWakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi mengutarakan 4 poin aspirasi pendidikan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Minggu 5 Juni 2022.

Dalam video yang diunggah oleh akun undercover.id di Instagram yang berdurasi 3 menit 28 detik pada Sabtu 4 Juni 2022, Dede Yusuf Macan Effendi menyampaikan 4 poin mengenai aspirasi pendidikan yang perlu diperhatikan oleh Nadiem Anwar Makarim.

Inilah 4 poin aspirasi pendidikan yang disampaikan Dede Yusuf ke Nadiem Anwar Makarim dalam video tersebut:

  1. Dari 12000 PLPG tahun 2016, masih ada 5000 yang nggak lulus karena kebijakan berubah menjadi PPG. 5000 yang tidak lulus ini jelas sudah diberi kesempatan 4 kali betul. Tapi mereka nggak lolos. Tapi kelulusannya lebih banyak dihitung oleh multiple choice (pilihan berganda). Which is? Apakah nilai kompetensi kita, Hidup kita dihitung hanya berdasarkan multiple choice atau ada portofolio? Sementara dosen, bisa naik tanpa ada multiple choice, cukup dengan portofolio. That’s a pending matters. Masih 5000 orang. Mungkin Mas menteri belum tahu, saya sampaikan.
  2. Mas Menteri yang saya hormati, permasalahan BAN PT menjadi LAM-PT ini juga masalah. Kami sudah menerima APTISI yang sudah teriak-teriak, karena masalah soal angka yang begitu besar. Saya pikir ada Dikti ini, saya juga kurang paham. Saya nggak mau perpanjang, tapi pasti Mas Menteri tahu.
  3. Mas menteri, ini rame lagi rame, isu soal biaya Fakultas Kedokteran yang mahal. Padahal pada saat covid, we need the doctors! Kita butuh dokter begitu banyak, tapi ternyata, kita tahu angka Fakultas Kedokteran itu, yang mencapai angka yang tertinggi. Bahkan yaa saya tidak perlu sebutkan angkanya. Tetapi, mungkin dari berbagai fakultas, ini termasuk tertinggi. Bisakah kita punya kebijakan yang angkanya (biaya) tidak setinggi yang sekarang, sehingga distribusi dokter bisa merata Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain. Sekarang kebanyakan ngumpul di Pulau Jawa. Berikutnya, saya mohon sudah disampaikan yang lain yang sudah lolos PPG, agar segera dikeluarkan SK dan penempatan formasi.
  4. Museum, kita punya museum nasional yang mungkin saat ini, ada mungkin ada 7 kalau saya tidak salah yang dibiayai oleh Kemendikbud, but masih ada 300 lebih museum swasta lainnya. Oke nggak ada masalah, apabila itu dibiayai oleh mereka. Tapi bolehkah Kemendikbud mengeluarkan 1 aturan yang mendorong agar Pemda memberikan support kepada museum-museum yang ada di daerahnya? Kenapa? Jangan sampai kasus Reog Ponorogo kalau nggak salah kemarin tuh ya yang ramai katanya mau diambil Malaysia. Itu karena kita nggak buru-buru melakukan copyright, dan salah-satu bentuk copyright hak cipta, atau pembukuan, arsip. Itu adalah museum, jadi hanya masalah peraturan saja.